LENSAINDONESIA.COM: DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengeluarkan surat rekomendasi mengusung nama calon gubernur (Cagub) di Pilgub Jawa Timur 2018.

Seperti keputusan awal, partai yang digawangi Ketua Umum Muhaimin Iskandar ini menjatuhkan pilihan untuk mengusung nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Cagub di Pilgub yang bakal digelar pada 27 Juni 2017 nanti.

Keputusan DPP itu dibacakan oleh Tim Desk Pilkada DPP PKB Faisol Reza disela acara Verifikasi Parpol Peserta Pemilu 2019 bersama DPC PKB se-Jatim di Hotel Novotel Surabaya, Rabu (11/10/2017) siang.

“Jawa Timur ini pertaruhan besar dari semua kekuatan politik di republik ini. Dengan ini DPP PKB mengesahkan surat nomor 23947/DPP-03/VI/A.1/X/2017
tentang Penetapan Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur yang diusung PKb pada
Pemilihan Umum Gubernur Jatim 2018,” kata Reza dihadapan kader PKB se-Jatim dan awak media.

Surat rekomendasi ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding tertanggal 5 Oktober 2017.

Menanggapi hal ini, Bacagub Saifullah Yusuf mengaku lega dan menyatakan rasa terima kasihnya kepada PKB.

“Saya terima kasih, tapi sebenarnya ini hanya formalitas saja. Sejak sebelum puasa PKB sudah memberikan dukungan, bahkan juga ditindaklanjuti dalam peremuan dan melakukan semacam deklarasu di beberapa tempat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Dengan adanya rekomendasi tertulisi ini juga telah tuntas menjawab pertanyaan dari berbagai pihak yang kerap menyangsikan dukungan PKB ‘tak sungguh-sungguh’ terhadap dirinya.

“Sekali lagi ini hanya formalistas saja, menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan mungkin oleh pihak lain. Maka DPP PKB mengeluarkannya. Intinya saya sudah didukung (maju Pilgub) PKB sejak awal dulu,” tegas Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.

Sementara Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar menegaskan surat rekomendasi ini hanya menyebut posisi Cagub yang resmi diusung oleh partainya. Terkait posisi calon wakil gubernur (Cawagub) tidak ikut ditetapkan karena menyerahkannya kepada partai yang bakal berkoalisi dengan PKB, yakni PDIP.

“Keputusan ini merupakan kebijakan dan kewenangan DPP PKB. Nama Cawagub menyusul, masih dibicarakan dengan PDIP. Yang pasti hingga saat ini masih terbuka ruang koalisi dengan siapapun. Ketum (Muhaimin Iskandar) berulant kali menyampaikan nama Cawagub diserahkan dengab partai koalisi yang akan gabung dengan PKB,” cetus Ketua DPW PKB Jatim ini.

Disinggung soal keputusan rekom tertulis partainya dikeluarkan lebih dulu sengaja mendahului PDIP, Pak Halim buru-buru menyela. Diketahui partai moncong putih itu bakal mengumumkan pasangan Cagub-Cawagub yang didukung di Pilgub Jatim 2018 pada 15 Oktober mendatang langsung oleh DPP PDIP di Jakarta.

“Yang pasti rekom ini tertanggal 5 Oktober, jadi sudah lama. Tapi kita DPW dan DPP masih sama-sama ada kesibukan mencocokkan waktu ketemunya. Ya sekarang ini bisanya,” pungkas Pak Halim.@sarifa