Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Survei Indikator: Jokowi masih ungguli Prabowo
HEADLINE UTAMA

Survei Indikator: Jokowi masih ungguli Prabowo 

LENSAINDONESIA.COM: Direktur Eksekutif, Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan dari hasil survei bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mendominasi dukungan masyarakat dalam Pemilu 2019.

Burhanuddin menyebutkan survei yang dilakukan dalam simulasi terbuka tersebut, memperlihatkan sebanyak 34,2 persen responden memilih Jokowi jika Pemilu 2019 dilakukan hari ini. Sementara sebanyak 11,5 persen memilih Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

MENU
Home
Nasional
Regional
Megapolitan
Internasional
Olahraga
Sains
Ekonomi
Bola

Tekno
Entertainment
Otomotif
Lifestyle
Properti
Travel
Edukasi
Kolom
Images

KOMPASIANA
BOLASPORT
OTOMANIA
KOMPASKARIER
GRID.ID
KONTAN

TERPOPULER TOPIK KOLOM VIK
Survei Indikator: “Head to Head”, Jokowi 58,9 Persen, Prabowo 31,3 Persen
Rabu, 11 Oktober 2017 | 17:00 WIB

Ihsannuddin
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menaiki kuda di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo masih menjadi calon terkuat untuk bertarung dalam pemilu 2019 mendatang.

Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 17-24 September 2017.

Awalnya, responden ditanya mengenai sosok calon presiden yang akan dipilih apabila Pemilu 2019 digelar saat ini. Namun, responden tidak diberikan pilihan jawaban.

“Artinya, responden menjawab sesuai dengan yang pertama kali muncul di kepalanya,” kata Burhanuddin saat merilis hasil survei di kantornya, di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Hasilnya, sebanyak 34,2 persen memilih Jokowi melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua.

Sebanyak 11,5 persen responden lain memilih Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dia mengungkapkan tren dukungan kepada Jokowi sekarang ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Seperti pada tahun 2016 Jokowi sempat meningkat tetapi melemah lagi dalam beberapa bulan berikutnya, kemudian kembali meningkat sampai saat ini.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Surabaya: "Masih ada penyesuaian nominal iuran JKN-KIS dari pemerintah!"

“Tapi dukungan terhadap Prabowo terlihat sedikit meningkat dibandingkan pada Agustus 2016 lalu,” jelasnya.

Lebih lanjut, saat simulasi dengan delapan nama, Jokowi mendapat 54,6 persen, disusul Prabowo (24,8 persen), Anies Baswedan (3,1 persen), Agus Yudhoyono (2,9 persen), Gatot Nurmantyo.(2,8 persen), Tito Karnavian (1,2 persen), Soekarwo (0,6 persen) dan Sri Mulyani (0,4 persen).

Sementara saat simulasi “head to head” layaknya pilpres 2014 lalu, Jokowi mendapatkan 58,9 persen suara responden. Sementara Prabowo mendapatkan 31,3 persen.

Burhanuddin menilai, elektabilitas Prabowo meski kalah jauh dari Jokowi, namun masih cukup tinggi.

Apalagi masih ada dua tahun waktu bagi Prabowo untuk meningkatkan elektabilitasnya.

“Padahal Pak Prabowo belum kerja sama sekali. Sementara Pak Jokowi sudah keliling terus dari Aceh sampai Papua. Jadi Pak Jokowi juga jangan terlalu yakin pemilu akan mudah,” ucap Burhan.

Adapun survei ini menggunakan multistage random sampling dengan 1220 responden di seluruh wilayah Indonesia. Margin of error kurang lebih 2,9 persen.@agus_irawan