Trending News

17 Aug 2019
Jarang bermimpi saat tidur ternyata juga berdampak bagi kesehatan
Ilustrasi
HEADLINE HEALTH

Jarang bermimpi saat tidur ternyata juga berdampak bagi kesehatan 

LENSAINDONESIA.COM: Jarang bermimpi saat tidur ternyata juga dikategorikan sebagai gangguan kesehatan. Hal itu diungkapkan sejumlah ilmuwan dari University of Arizona yang merilis hasil penelitian terbarunya. Penelitian tersebut dimuat juga dalam Annals of the New York Academy of Sciences.

Menurut penelitian yang dipimpin Rubin Naiman PhD, mimpi terjadi pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Fase ini dikenal dengan istilah tidur dalam yang menandakan tidur sangat nyenyak.

Tidur yang kurang berkualitas mengakibatkan seseorang sulit memasuki fase ini. Artinya, mimpi juga semakin jarang terjadi pada tidur yang tidak berkualitas. “Banyak masalah kesehatan terjadi akibat kurangnya fase tidur REM,” kata dr Naiman yang merupakan pakar tidur dan mimpi, dikutip dari Psychcentral.

Menurut data yang dihimpun, kesulitan tidur menembus fase REM sehingga jarang bermimpi bisa disebabkan berbagai faktor. Di antaranya berkaitan dengan obat-obatan, penyalahgunaan obat, gangguan tidur dan faktor gaya hidup serta perilaku lainnya. @dc/LI-15

Related posts