Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Okky Assokawati geram, Vaksin Rubella program imunisasi massal anak belum sertifikasi halal
Anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi PPP, Okky Asokawati. @dok. ist.
HEADLINE UTAMA

Okky Assokawati geram, Vaksin Rubella program imunisasi massal anak belum sertifikasi halal 

LENSAINDONESIA.COM: Penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait belum adanya pengajuan sertifikasi halal terhadap vaksin Rubella yang programnya secara massal sudah dilaksanakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, tentu mengejutkan umat Islam di tanah air.

Bahkan, Anggota Komisi IX DPR –dari Fraksi PPP– membidangi kesehatan, Okky Asokawati mengaku juga terkejut adanya penjelasan MUI itu. “Ini sungguh mengejutkan kita. Dengan kata lain, program vaksinasi rubella secara massal beberapa waktu lalu, belum ada jaminan soal kehalalan vaksin tersebut,” tegas Okky seolah geram dalam keterangan elektroniknya kepada LENSAINDONESIA, Minggu (15/10/2017).

Semestinya, kata Okky, sejak awal pemerintah mengajukan sertifikasi halal terhadap vaksin Rubella sebelum disebarluaskan ke masyarakat. Sebaliknya, MUI tidak baru bereaksi setelah menjadi persoalan.

“Begitu juga MUI, semestinya sejak awal melakukan langkah aktif atas belum tersertifikasi vaksin tersebut,” demikian Okky, mempertanyakan kinerja MUI.

Menurut Okky yang juga Sekretaris Dewan Pakar PPP, bahwa belum tersertifikasi kehalalan vaksin rubella jika ditarik lebih jauh lagi, telah melanggar hak konstitusional warga dalam menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya.

“Seperti dalam Islam, kehalalan suatu produk merupakan hal yang substansial dan elementer bagi umat Islam. Nah, vaksin Rubella yang ternyata belum ada pengajuan sertifikasi kehalalan jelas berdampak pada aspek pemahaman umat Islam atas kehalalan suatu produk,” ungkapnya.

“Oleh karenanya, keyakinan keagamaan tidak terlindungi dengan belum adanya sertifikasi halal atas vaksin Rubella ini,” imbuh Okky. Artinya, kejadian seperti ini sangat merugikan umat Islam di tanah air.

Anggota Komisi IX ini menilai Kementerian Kesehatan sebagai leading sector dalam urusan vaksin ini jelas abai dalam memastikan kehalalan vaksin rubella. Pemerintah juga abai dengan keberadaan UU No 30 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Baca Juga:  Kantor Redaksi Duta Masyarakat di Astranawa dieksekusi paksa, PWI Jatim lapor Polda Jatim

“Ke depan, pemerintah harus terlebih dahulu memastikan kehalalan vaksin imunisasi kepada masyarakat. Ini semata-mata untuk melindungi hak konstitusional warga,” tegas mantan peragawati nasional ini.

Anggota fraksi PPP di DPR ini juga khawatir belum tersertifikasi kehalalan vaksin Rubella ini menjadi kampanye negatif atas program pemerintah. Menurutnya, pihak yang selama ini mempertanyakan urgensi Vaksin semakin menambah argumentasi untuk menolak keberadaan vaksin.

“Padahal, di sisi lain, vaksin imunisasi bagi anak-anak dan masyarakat sangat penting untuk melindungi kesehatan warga dari ancaman penyakit yang membahayakan,” tegas Okky. @licom_09