Komisi D DPRD Surabaya meminta penjual jajanan di sekolah harus menyediakan makanan sehat bagi siswa. Foto: Iwan/LensaIndonesia.com
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Makanan yang dijual belikan di sekitar sekolah ternyata masih belum aman untuk dikonsumsi. Komisi D DPRD Surabaya meminta Dinas Pendidikan (Dindik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pembinaan dan penyuluhan terkait makanan yang diperjual belikan di kantin sekolah.

Wakil Ketua Komisi D, Junaedi mengungkapkan, dari pantauan di lapangan ternyata sejumlah kantin sekolah banyak memperjual belikan makanan dan minuman instan yang bisa mengganggu kesehatan.

“Contohnya Mie Goreng , cireng dan sebagainya,” tuturnya, Selasa (17/10/2017).

Politisi partai Demokrat ini menerangkan, dari sejumlah makanan dan minuman instan tersebut banyak yang mengandung pengawet dan kadar gula. Untuk itu, ia menghimbau kepada sekolah agar turun ke lapangan untuk memantau kantin dan kualitas makanan.

“Saat kita turun ke lapangan, ternyata banyak temuan itu,” tuturnya

Pihaknya khawatir, akan berakibat jangka panjang dan merusak kualitas generasi penerus bangsa. Sebab, bahan pengawet yang dicampur dalam bahan makanan yang diperjual belikan bisa mempengaruhi pola pikir mereka.

“Kita antisipasi jangka panjangnya. Akibatnya sudah banyak contohnya misalkan dalam kualitas perkembangan pola pikir,” katanya

Ia berharap, makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah adalah kreatifitas home industry , meski tetap  memperhatikan kebersihan dan keamanan bagi kesehatan.

Pihaknya menyarankan agar sekolah membuat program kreatif diantaranya lomba kantin sehat. Tentunya dilaksanakan di berbagai jenjang misalkan mulai tingkat Kota, Proivinsi hingga nasional. Melalui kegiatan itu, ia berharap, kualitas makanan dan minuman yang dijual terjaga.

“Orang tua juga harus melakukan pengawasan terhadap anak, agar tak sembarangan jajan,” katanya.@wan