Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Senyum, mampu tanggulangi stress dengan naiknya hormon Endorfin
dr. Izzatul Fitriyah, dr. Sp.KJ dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga saat memberikan Ceramah Kesehatan Jiwa di di hadapan Senior Leader dan 200-an karyawan Telkom di Kantor Telkom Yakes, Jl. Ketintang, Surabaya, Rabu (18/10/2017). Foto-ist
HEALTH

Senyum, mampu tanggulangi stress dengan naiknya hormon Endorfin 

LENSAINDONESIA.COM: Telkom area Jatim Balnus menggelar Ceramah Kesehatan Jiwa yang menghadirkan dr. Izzatul Fitriyah, dr. Sp.KJ dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga . Kali ini sarasehan kesehatan jiwa tersebut berlangsung di hadapan Senior Leader dan 200-an karyawan Telkom di Kantor Telkom Yakes, Jl. Ketintang, Surabaya, Rabu (18/10/2017).

dr. Izza menyampaikan, stress merupakan suatu kondisi ketidak-mampuan fungsi tubuh merespon sejumlah perilaku eksternal yang dianggap berbahaya oleh anggota tubuh.

“Pada dasarnya setiap orang berpeluang mengalami stress tergantung dari respon mental yang dimilikinya. Apakah stressnya bersifat adaptif (positif) ataupun maladaptif (negatif). Jadi, semua karyawan Telkom perlu mewaspadahi kemunculan stress ini,” terang dr. Izza.

Tanda-tanda stress yang dialami karyawan antara lain performa kerja menurun yang berefek pada penurunan tingkat produktivitas .

“Jika demikian maka angka kesakitan otomatis meningkat. Namun, stress terkadang sering diidentikkan pada orang yang kesehariannya sibuk beraktifitas ditempat kerjanya, sebab banyaknya pressure (tekanan) yang muncul saat bekerja,” paparnya.

Tanda-tanda orang mengalami stress diantaranya susah tidur meski kondisi mata tertutup namun lelap. dr. Izza melanjutkan, bangun tidur badan masih lelah. Kemudian perubahan pola makan orang stress berpengaruh pada syaraf terutama di bagian yang mengatur kondisi nafsu makan.

“Selain tanda-tanda di atas, orang stress gejalanya sangat menginginkan makanan manis, berlemak dan asin atau suka makanan pemberi rasa nyaman. Stress boleh saja pengaruhi pola makan, namun disisi lain seseorang yang stress bakal berdampak pada sumber makanan yang akan dikonsumsi.” tandas dr. Izza.

Stress, hati-hati dengan jantung

Stress bisa juga menganggu kinerja jantung, sebab orang stress akan mudah marah dan tersinggung. Hal itu berpotensi pada peningkatan dan penurunan tekanan darah yang terkait dengan jumlah/volume darah yang terdistribusi pada jaringan tubuh terutama otak.

Baca Juga:  Prodi Magister Ilmu Forensik Pascasarjana Unair latihan Olah TKP

“Stress salah satu penyebab jantung bekerja lebih keras hal ini sangat mempengaruhi kestabilan emosi seseorang yang disebut dengan psikopatik. Saya sarankan senyum akan bisa meringankan. Terutama saat berpapasan dan berkenalan dengan orang baru kenal. Sebab senyum itu merupakan pancaran keikhlasan jiwa seseorang.” saran dr. Izza.

Dengan tersenyum, kata Izza, akan mendorong hormon endorfin, yaitu zat kimia seperti morfin yang diproduksi sendiri oleh tubuh.

“Hormon endorfin ini berfungsi untuk merangsang jiwa agar bisa timbul rasa senang, nyaman, ketenangan dan bahagia. Yang manfaatnya mampu mengurangi rasa cemas, gelisah ataupun galau.” tutur dr. Izza.

Sementara itu dr. Tri Sukma Denny, Asisten Manager Pengendalian Medis Yayasan Kesehatan Telkom Jatim Bali Nusra mengatakan, Ceramah kesehatan jiwa ini digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa sedunia.

“Selain itu, kami juga presentasikan sekaligus laporkan hasil Medical Check Up (MCU) secara global sekaligus cara membaca hasil check up,” kata Sukma.

Pihaknya juga sering menggelar gathering dengan seluruh pasien baik karyawan Telkom, Outshourching maupun pensiunan.

“Yang paling rutin kita lakukan adalah senam khusus untuk pensiunan seminggu sekali, juga fun walk yang sudah berjalan dan rencana akan diadakan sebulan sekali,” pungkasnya.@Rel-Licom