Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Asisten pengacara Bos Empire Palace otaki pencurian Rp 2,3 miliar
Noviant Puspitasari jalani sidang di PN Surabaya
HEADLINE JATIM RAYA

Asisten pengacara Bos Empire Palace otaki pencurian Rp 2,3 miliar 

LENSAINDONESIA.COM: Novianti Puspitasari (28) yang menjadi otak pencurian uang Rp 2,3 miliar milik bosnya, pengacara Teguh Suharto Utomo SH, menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/10/2017).

Perempuan asal Blitar itu mengakui keterlibatannya dalam aksi pencurian yang dilancarkan pacarnya, Ivan Tandyono, (kini buron). Ivan ini adalah klien Teguh yang pernah dibela dalam kasus pembunuhan. Teguh Suharto Utomo sendiri namanya dikenal banyak orang karena jadi pengacara Bos Empire Palace, Gunawan Ongko Widjaja.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah SH, Novianti Puspitasari, tertunduk malu saat ditanya alasannya tega mencuri uang pengacara Teguh yang nota bene adalah bosnya sendiri. Kasus pencurian itu dilakukan Novianti bersama Ivan (pacar) di rumah Teguh Suharto Utomo di Jl Anjasmoro, pada 8 april 2017.

Dalam perkara ini, Novianti yang disebut sebagai asisten Teguh, dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3 ke 4 dan ke 5, tentang pencurian.

Dalam dakwaan diketahui, aksi pencurian ini berawal dari Novianti yang punya pikiran jahat untuk mencuri uang milik korban. Dia lalu menghubungi pacarnya, Ivan Tandyono lewat ponsel.

Selang berapa saat terdakwa keluar menggunakan mobil untuk menemui Ivan di Rumah Sakit (RSAL) dr Ramelan. Usai menemui pacarnya, terdakwa kembali pulang ke rumah Teguh.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso SH, menjelaskan, pada 11 April sekitar pukul 15.00 WIB, terdakwa kembali menghubungi Ivan lewat ponsel. Dalam percakapan itu, Novianti menjelaskan kepada Ivan agar masuk lewat pintu samping karena di bawah ada dua kamar. Sebelah kanan adalah kamar Teguh. Akhirnya disepakati Ivan datang pukul 16.00 WIB.

Novianti lantas keluar menjemput Ivan di parkiran Gunawangsa Stikom menggunakam mobil Nissan Juke L 1564 NK lalu menaikkannya di jok belakang. Begitu sampai di rumah korban, Novi langsung memarkir mobil dalam garasi.

Baca Juga:  Ironis! Sapi potong mahal jelang Natal, daging kerbau impor beredar bebas di Jatim¬†

Tak lama kemudian, turun seorang pembantu rumah tangga, Tri Hartini untuk menutup pintu garasi.
Sementara Ivan yang sudah mendapat petunjuk jalan dari terdakwa tetap berada di jok bangku belakang.

Untuk mengalihkan perhatian, terdakwa mengajak Tri Hartini dan pembantu lainnya Erni Nurjimah keluar. Setelah rumah dalam keadaan kosong, Ivan melancarkan aksinya, dengan cara masuk lewat pintu utama dan menuju lemari tempat penyimpanan uang.

Pelaku mengambil uang dollar Singapura pecahan 1.000 sebanyak 200 lembar dan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak Rp 230 juta dan kabur menghilang sampai saat ini.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Polisi yang melakukan penyelidikan dnegan cermat berhasil menemukan petunjuk jika aksi pencurian ini didalangi Novianti. Novi lantas disergap di Hotel Gunawangsa kamar 616 Surabaya, namun Ivan berhasil melarikan diri dan jadi DPO sampai saat ini. @rofik