Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Putusan hakim PN Surabaya ‘terjun bebas’, pengedar pil koplo hanya diganjar 1 tahun penjara
Terdakwa pengedar narkoba jenis pil koplo Dwi Aprianti (31) saat mendengarkan vonis hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/10/2017). FOTO: rofik-lensaindonesia.com
HEADLINE JATIM RAYA

Putusan hakim PN Surabaya ‘terjun bebas’, pengedar pil koplo hanya diganjar 1 tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Terdakwa pengedar narkoba jenis pil koplo Dwi Aprianti (31) hanya divonis 1 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai Dwi Purwadi.

Putusan hakim ini ‘terjun bebas’ bila dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa dengan hukum 3 tahun penjara.

Pada sidang dengan agenda tuntutan yang langsung putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulton dari Kejari Tanjung Perak menuntut perempuan asal warga Jl Simo Pomangan II Surabaya tersebut dengan hukuman 3 tahun penjara karena terbukti mengusai 195 butir pil koplo dan menjadi pengedar.

“Terdakwa menguasai 195 butir pil koplo untuk dijual dengan tanpa izin, yang disimpan dalam bungkus rokok, dan menuntut terdakwa dengan hukum 3 tahun penjara,” terang Jaksa Sulton dalam sidang yang di gelar di ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/10/2017).

Selain hukuman badan, Jaksa yang menulis jenis kelamin terdakwa menjadi ‘Laki-laki’, juga mengharuskan membayar denda Rp 300 juta. “Bila tidak dapat membayar denda, harus menjalani hukuman selama 2 bulan,” tambah Sulton.

Dalam sidang, terdakwa memelas minta keringanan hukuman. Dan Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi mengabulkan permohonan tersebut dengan menjatuhkan vonis ringan.

“Terdakwa terbukti menguasai pil koplo untuk dijual belikan. Setelah mendengar dan mempertimbangkan, majelis hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara, dan denda Rp 300 juta subsieder 2 bulan Penjara,” ungkap Hakim Dwi Purwadi.

Dikonfirmasi usai sidang atas putysan Hakim, JPU Sulton mengaku mengambil sikap hukum,” ya pikir-pikir,” ujarnya.

Disinggung soal kesalahan menulis jenis kelamin terdakwa, jaksa berbadan tambun tersebut menjawab dengan enteng. “Ya, hanya salah ketik,” singkatnya sambil berlalu pergi.

Terdakwa ditangkap Polsek Krembangan karena kepemilikan 195 butir Pil koplo yang me gaku didapat dari bandar Nur Malik (DPO). Terdakwa didakwa dengan pasal 197 Undang-Undang R.I. No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentangbkesehatan.@rofik

Baca Juga:  FTF Returnees jadi pembicaraan Kepala BNPT saat bertemu Perwakilan Tetap RI PBB di Jenewa