LENSAINDONESIA.COM : Musyawarah Nasional ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Indonesia) Nahdlatul Ulama (NU) dibuka secara langsung oleh Saifullah Yusuf, Jumat (20/10/2017) malam. Ketua PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) ini memuji kemandirian badan Otonom yang baru diakui kembali melalui Keputusan Muktamar NU ke 33 tahun 2015 lalu.

Sebelum dibuka oleh Gus Ipul – sapaan akrab Saifullah Yusuf- ribuan jamaah ini terlebih memainkan alat Hadrah sambil membaca salawat Nabi, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan mars Ishari. Walau terbilang baru pertama melaksanakan Munas, akan tetapi pesertanya hampir merata dari seluruh Kabupaten/kota.

Munas Ishari akan berlangsung dari tanggal 20 sampai 22 Oktober 2017 di dua tempat yakni pembukaan bertempat si Alun-alun setempat. Selanjutnya pembahasan lainnya dilaksanakan di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Jombang.

Gus Ipul mengatakan dengan semangat kemandirian yang dibawah oleh jamaah Ishari NU ini semoga mendapat berkah dan ridho dari Alloh SWT. Sebagai Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, support kegiatan organisasi ini sebagian bertumpu pada NU dan sebagian besar diprakarsai juga dibiayai mandiri.

“Ishari ini termasuk melestarikan seni dan budaya yang mempunyai nilai kerohanian. Ishari ini mengajak untuk mencintai Rasul, juga membangun solidaritas. Dengan adanya Munas ini diharapkan ada penyelarasan gerakan, sehingga ISHARI akan di bentuk kepengurusan pusat, biar bisa lebih menyebar keanggotannya,” terang Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jatim kepada lensaindonesia.com.

Sementara itu, Putri pendiri Ishari, Mundjidah Wahab Chasbulloh menerangkan ortom ini sudah dilegitimasi dan masuk pada Banom NU sewaktu Muktamar NU ke-33 di Jombang. Kalau dulu Ishari sebagai kesenian atau budaya ulama, sekarang sudah berorganisasi yang sudah jelas strukturnya. Dan kepengurusan pusat hingga ranting terbentuk seperti Banom lainnya.

“Kesenian ini bisa menjadi dampak positif bagi generasi muda di Jombang. Karena sebagai sarana kesenian bernuansa spiritual, dan sebagai aktifitas penangkal kenakalan remaja. Melestarikan ISHARI sama dengan melestarikan budaya ulama,” pungkasnya. @Obi