LENSAINDONESIA.COM: Warga Catalonia menolak pemerintahan Spanyol.

Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont mengatakan, pihaknya tidak bisa menerima langkah-langkah ilegal yang diambil pemerintah pusat Spanyol dalam memerintah langsung daerahnya dari Madrid.

Untuk itu dia meminta parlemen regional Catalonia untuk melawan pemerintah pusat.

Puigdemont menyebut keputusan Perdana Menteri Mariano Rajoy untuk membekukan pemerintah regional dan memaksakan Pemilu baru yang akan efekfit Jumat pekan depan, sebagai “serangan terburuk terhadap lembaga-lembaga dan rakyat Catalonia sejak kediktatoran militer Francisco Franco.”

“Saya meminta parlemen bertemu dalam sesi pleno di mana kami yang merupakan perwakilan kedaulatan rakyat, menentukan keputusan menyangkut usaha membubarkan pemerintahan dan demokrasi kami serta mengambil tindakan,” kata Puigdemont dalam pidato yang disiarkan televisi seperti dikutip Reuters.@LI-13