Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Indonesia kirim nota diplomatik ke Kemlu AS soal larangan Panglima TNI masuk Amerika
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutan acara Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H / 2017 M, di Masjid Jenderal Sudirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. (PUSPEN TNI)
HEADLINE UTAMA

Indonesia kirim nota diplomatik ke Kemlu AS soal larangan Panglima TNI masuk Amerika 

LENSAINDONESIA.COM: Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat oleh otoritas US Custom and Border Protection. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri pun sudah melayangkan permintaan klarifikasi larangan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan Kedutaan Besar RI di Washington DC telah mengirim nota diplomatik kepada Kemlu AS untuk meminta klarifikasi terkait kejadian pada Sabtu (21/10/2017) kemarin.

“KBRI Washington DC telah mengirim nota diplomatik kepada Kemlu AS untuk meminta klarifikasi terkait kejadian kemarin,” kata Jubir Kemlu Arrmanata Nasir ketika dikonfirmasi, Minggu (22/10/2017).

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga akan memanggil Wakil Dubes AS untuk memberikan klarifikasi terkait pelarangan ini.

“Mengingat Dubes Amerika Serikat sedang tidak di Jakarta, Wakil Dubes AS juga telah dipanggil untuk ke Kemlu besok (Senin, 23 Oktober) guna memberikan keterangan,” sebut Arrmanatha melalui pesan singkat.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo gagal terbang menggunakan pesawat Emirates setelah pihak maskapai menginformasikan adanya larangan dari US Custom and Border Protection. Informasi itu menyebutkan bahwa rombongan dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat.

Padahal, kepergian Jenderal Gatot ke Paman Sam berdasarkan undangan dari Pangab Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Durford, Jr. Dia diundang hadir di acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang akan dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.

“Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan, kemudian pada Sabtu 21 Oktober 2017, Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection,” tutur Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (22/10/2017). @licom

Baca Juga:  Tegaskan masih ketua KPK, Agus Rahardjo janji selesaikan masa bakti hingga Desember 2019