Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pengguna jasa kerata api sebentar lagi tak perlu mencetak dan menunjukkan tiket kepada petugas. Kini PT Kereta Api Indonesia ciptakan boarding pass elektronik sebagai bukti pengganti tiket penumpang.

Senior Manger Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Suprapto menyampaikan, dengan inovasi tersebut, penumpang cukup menunjukkan boarding pass elektronik yang tampil dalam layar ponsel pintar pada petugas.

“Masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi kereta tak perlu menuju mesin cetak boarding pass lagi. Masyarakat cukup mengunduh aplikasi KAI Access sebelum menggunakan boarding pass elektronik.“E-boarding pass merupakan boarding pass elektronik yang dibesut melalui aplikasi KAI Access versi terbaru,” ucap Suprapto di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Suprapto menambahkan, boarding pass elektronik hanya bisa digunakan bagi pemesanan tiket kereta api melalui aplikasi KAI Acces versi terbaru dan diunduh mulai 2 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta.

“Jika demikian, penumpang tak bisa mencetak boarding pass di mesin check in counter (CIC) jika sudah menerbitkan boarding pass elektronik melalui aplikasi KAI Access begitu sebaliknya. PT KAI memastikan e-boarding pass dokumen yang sah dan bisa digunakan persyaratan penukaran award tiket,” paparnya.

Untuk melakukan pembatalan pada tiket elektronik, lanjut Suprapto, bisa diproses menjadi bukti transaksi berupa blanko putih sebelum melakukan pembatalan atau perubahan jadwal jika penumpang ada di stasiun berbeda dengan relasi tiket elektronik sebelum 7 x 24 jam.

Bagi penumpang yang ada di stasiun sesuai relasi pada tiket elektronik dan pada 7 x 24 jam, tiket elektronik diproses menjadi boarding pass di CIC sebelum melakukan proses pembatalan atau jadwal berubah.

Jika sudah masuk periode 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA dan penumpang telah memproses e-ticket menjadi e-boarding, maka e-boarding di-reprint untuk selanjutnya dilakukan proses pembatalan [batal beli] atau mengubah jadwal.

“Bagi yang membatalkan atau melakukan perubahan jadwal keberangkatan, petugas loket wajib memeriksa kode booking melalui menu history transaksi atau kolom kode booking pada aplikasi Rail Ticket System (RTS) guna mengetahui status pencetakan bukti transaksi (blanko putih) atau boarding pass,” jelas Suprapto.

Untuk mengubah jadwal tetap merujuk pada pasal 43 poin 1(a), yakni atas permintaan penumpang, Dan tiket yang telah dibeli bisa dilakukan perubahan jadwal, kecuali untuk tiket pada kategori award ticket,

Lalu untuk tiket yang dicetak dari voucher registered atau voucher unregistered, tiket yang dicetak menggunakan poin. Kemudian pembatalan tetap mengikuti aturan pasal 45 poin 1(a); Atas permintaan penumpang, tiket yang sudah dibeli bisa dilakukan batal pembeli.@bis,Eld-Licom