Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Diapresiasi Pakde Karwo, AMSI diminta lakukan konvergensi media
HEADLINE DEMOKRASI

Diapresiasi Pakde Karwo, AMSI diminta lakukan konvergensi media 

LENSAINDONESIA.COM: Marak dan berkembangnya media siber di Indonesia, termasuk Jawa Timur disambut hangat oleh banyak pihak. Seperti Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang mengapresiasi dibentuknya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

“Organisasi seperti AMSI ini sangat penting, kegiatan siber juga sangat penting. Tapi pesan saya nilai-nilai lokal tetap dipertahankan karena menjadi bagian penting dalam proses. Tidak harus yang baru mematikan yang lama, tapi saling melengkapi,” ujar Gubernur Soekarwo usai membuka Konferwil I AMSI Jawa Timur di Spazio Surabaya, Selasa (25/10/2017).

Tak hanya itu, media siber yang bisa menciptakan informasi dengan begitu pesat melahirkan apa yang disebut dengan inovasi disruptif, yakni inovasi yang menciptakan pasar baru. Atau mengganggu pasar yang sudah ada, bahkan menggantikan teknologi konvensional.

Salah satu bentuk inovasi disruptif adalah munculnya media baru yakni media online atau media siber. Menghadapi hal tersebut, pihaknya mengusulkan adanya konvergensi atau pengintegrasian media sehingga ada sinergi antara media konvensional dan media siber.

“Konvergensi adalah cara bertahan untuk sesuatu yang maju dan kuno. Jadi media siber melayani kebutuhan masyarakat secara cepat sedangkan media konvensional memperkuat melalui konten. Bukan masalah untung rugi,” terang Pakde Karwo (sapaan akan Gubernur Jatim).

Salah satu tantangan media siber, lanjut dia, adalah berkembangnya berita palsu atau hoax. Sehingga akurasi harus menjadi hal yang wajib dipenuhi.

“Media siber sebagai media yang paling mudah diakses seharusnya menjadi clearing house dari setiap informasi hoax yang menyebar di masyarakat,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Ditambahkannya, media siber akan punya peran strategis yakni media siber sebagai media baru yang diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarkan kabar baik dan informasi positif pada masyarakat.

Baca Juga:  BJ Habibie wafat, Gubernur Khofifah ajak warga Jatim kirim doa

Sementara, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menilai pada era demokratisasi informasi dan revolusi digital membuat media online tumbuh seperti jamur di musim hujan. Berdasarkan catatan Dewan Pers saat ini terdapat sekitar 43.400 media.

Gus Ipul (sapaan akrab Wagub) menjelaskan dari jumlah itu baru 234 media yang memenuhi syarat UU Pers. Ini artinya, masih sangat sedikit media online yang mengacu pada standar perusahaan pers dan standar organisasi yang tunduk kepada kode etik jurnalistik.

Lainnya, ada beberapa masalah maupun tantangan yang perlu diperhatikan bagi media online. Masalah kepercayaan pembaca yang masih rendah merupakan tantangan serius.

“Untuk itu, media online harus mampu menjadi media verifikasi terhadap berbagai informasi melalui alat digital yang ada,” imbuhnya.

Pemerintah, tambahnya telah memberikan ruang lebih bagi media media online di Jatim. “Dalam pengembangan bisnisnya kami Pemprov Jatim memberikan ruang untuk kerjasama dalam penyebaran atau sosialisasi berbagai program pemerintah,” tukas Gus Ipul.

Ketua DPD AMSI Wens Manggut mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan konferwil ke empat diselenggarakan di Indonesia. Konferwil yang diselenggarakan di Jatim ini adalah paling meriah. Terbukti, dihadiri oleh banyak mitra di sektor pemerintahan, kepolisian, kejaksaan dan mitra bisnis.

Pihaknya menjelaskan, AMSI didirikan karena kita melihat jumlah media online di Indonesia sangat banyak yakni mencapai 40.000 lebih. Bedasarkan data dari Kemenkominfo jumlah terakhir 47.000.

Jumlah tersebut jadi satu mulai dari yang punya perusahaan pers, berbadan hukum sampai tidak mengerti bahwa media harus berbadan hukum.

“Melihat kondisi tersebut, kami diminta oleh Dewan Pers untuk membentuk asosiasi sehingga mereka dapat memiliki perkumpulan untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat,” tutup Wens.@sarifa