Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
JEC dukung program Bebas Buta Katarak 2020 lewat “Bakti Katarak”
HEADLINE HEALTH

JEC dukung program Bebas Buta Katarak 2020 lewat “Bakti Katarak” 

LENSAINDONESIA.COM: Katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan proses degeneratif yang pada umumnya karena faktor usia, dan sampai saat ini merupakan salah satu penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia maupun dunia.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, yang dikeluarkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI prevalansi katarak adalah 0,1% per tahun atau setiap tahun di antara 1.000 orang terdapat seorang penderita katarak baru. Penduduk Indonesia juga memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penduduk di daerah subtropis, sekitar 16-22% penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 55 tahun.

Oleh karena itu, dalam rangka World Sight Day (WSD) atau Hari Penglihatan Sedunia yang peringatannya jatuh pada Kamis kedua di bulan Oktober dengan tema “Make Vision Count.” JEC menyelenggarakan Bakti Katarak di JEC @ Kedoya, Sabtu (28/10/2017).

“Bakti Katarak merupakan bentuk kontribusi JEC dalam rangka mengurangi jumlah penderita katarak. Hal ini juga sejalan dengan komitmen JEC mendukung program pemerintah Bebas Buta Katarak 2020,” kata Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM, Ketua Service Katarak dan Bedah Refraktif JEC dan Direktur Utama JEC @ Menteng.

Dalam seluruh tindakan operasi katarak JEC menerapkan standar baku, tanpa melihat latar belakang pasien. Dukungan pengalaman dan pengetahuan tenaga medis dalam bidang kesehatan mata modern, serta dukungan fasilitas layanan medik dan non medik terkini, menjadi faktor kesuksesan pelaksanaan operasi. Untuk setiap kegiatan Bakti Katarak, JEC menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Dokter Mata Se Indonesia (PERDAMI) dan Gerakan Matahati.

“Dalam penyelenggaraannya kami juga bekerjasama dengan berbagai pihak, sehingga dapat menjangkau masyarakat kurang mampu yang perlu tindakan operasi katarak ini,” ujarnya.

Sejak awal berdirinya, JEC secara konsisten menyelenggarakan kegiatan operasi katarak gratis. Sepanjang 2017 sekitar 200 penderita katarak yang masyarakat kurang mampu telah menjalani operasi. Sebagai tindakan edukasi dan pencegahan, JEC juga melakukan beberapa kegiatan penyuluhan dan seminar bekerjasama dengan lembaga atau institusi guna memberikan pemahaman tentang pentingnya kesehatan mata dan menghimbau untuk secara rutin melakukan pemeriksaan.

Baca Juga:  Di ISEF 2019, BI bakal luncurkan Wakaf Tunai dan Zakat Digital

“Sebagai upaya menghadirkan layanan terdepan kepada pasien, kami secara konsisten terus menerapkan teknologi mutakhir dan mengembangkan kualitas teknologi operasi mata; serta dukungan fasilitas, tim medis dan non medis yang kompeten dibidangnya,” tambah Dr. Budi.@Rudi Purwoko