Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dihajar sampai gigi rompal, tersangka narkoba dilepas Polsek Mulyorejo usai bayar tebusan
Parikesit membeberkan siksaan fisik saat dipaksa mengakui kasus narkoba di Mapolsek Mulyorejo (rofik)
HEADLINE JATIM RAYA

Dihajar sampai gigi rompal, tersangka narkoba dilepas Polsek Mulyorejo usai bayar tebusan 

LENSAINDONESIA.COM: Lima dari delapan tersangka narkoba dilepas Polsek Mulyorejo setelah sebelumnya sempat ditangkap. Walaupun urine dinyatakan positif mengandung amphetamine (Narkoba), mereka tetap dilepas setelah diduga sukses merayu penyidik dan membayar tebusan Rp 11 juta.

Hal tersebut diungkapkan Parikesit, salah satu tersangka yang sempat mengalami siksaan fisik hingga beberapa giginya tanggal. “Saya sempat dipukuli sampai beberapa gigi rontok dan dipaksa mengaku sebagai pengedar narkoba,” ujarnya.

Parikesit juga mengungkapkan, bahwa setelah dilakukan tes urine di klinik Bhayangkara Jl Rajawali, seluruhnya dinyatakan positif oleh dokter. “Waktu itu saya sudah tidak bisa berpikir jernih. Kepala pusing, muka saya lebam dan gigi saya rompal sehingga menimbulkan nyeri yang amat sangat. Waktu dokter dan polisi bilang urine saya positif, saya sudah gak kuasa untuk membantah,” tambahnya.

Disinggung dirinya dilepas oleh petugas walaupun hasil tes urine dinyatakan positif mengandung narkoba, Parikesit menyatakan petugas Polsek Mulyorejo tidak menemukan barang bukti. “Tidak ada barang bukri narkoba ataupun sabu yang ditemukan dari saya. Setelah itu saya dan 4 orang lainnya dilepas dengan kesepakatan bayar Rp 11 juta,” pungkasnya.

Adapun lima dari delapan orang yang dilepas Polsek Mulyorejo adalah Parikesit, Widya, Dea, Rica dan Yudha. Sementara tiga lainnya, yakni Bimantara Purnomo Putra, Ruven Rinaldo Fransisco Pandelaki dan Hajar Arifin tetap dijadikan tersangka.

Belakangan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (30/10/2017), ketiga terdakwa narkoba ini juga mencabut BAP atas keterangannya. Mereka kompak menyebut terpaksa mengakui kasus narkoba tersebut karena tertekan dan takut mengalami siksaan fisik seperti yang dialami Parikesit. @rofik