LENSAINDONESIA.COM: Mengaku sebagai dokter Rumah Sakit Siloam Surabaya, Candra Hermawan (25) asal Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, sukses menipu 3 orang dengan janji dipekerjakan sebagai perawat di rumah sakit tempatnya bekerja. Akibatnya dia dibekuk Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Candra Hermawan yang kos di Jl Manyar Tirtosari IV Surabaya ini melakukan penipuan dengan modus menjanjikan tiga korbannya menjadi perawat dengan syarat harus menyetor Rp 35 juta sebagai uang pelicin. salah satu korbannya adalah MR.

Untuk meyakinkan calon korbannya, Candra terbilang nekat menemui MR di lobby RS Siloam dengan gaya khas dokter asli, yaitu berpakaian rapi lengkap baju putih ala dokter yang disampirkan di lengannya. Dalam pertemuan itu, pelaku mengatakan kepada MR, nantinya akan ada kontrak kerja dan beberapa dokumen lain yang harus ditandatangani.

Setelah uang diterima, pelaku langsung pamit ke MR dengan alasan ada pasien yang harus ditangani. Merasa curiga, MR berinisiatif bertanya pada pihak HRD RS Siloam Surabaya dan mendapat jawaban bahwa tidak ada dokter bernama Candra Hermawan.

Merasa ditipu, korban setengah berlari keluar dari rumah sakit dan melapor ke polisi lalu lintas yang ada di dekat RS Siloam. Polisi langsung mencari keberadaan pelaku di kawasan rumah sakit dan berhasil mengamankannya lalu menyerahkan ke Sat Reskrim Polrestabes Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana mengatakan dalam pemeriksaan, pelaku mengaku sudah 3 orang yang menjadi korban dari aksi penipuan yang dilakukannya dengan modus menjadi dokter gadungan yang bisa memasukkan perawat ke sebuah rumah sakit. Selain MR yang menderita kerugian Rp 35 juta, ada juga EP Rp 20 juta dan HD rugi Rp 24 juta. “Ketiga korban itu sama-sama dijanjikan bisa dimasukkan menjadi perawat di rumah sakit tersebut,” ujarnya, Rabu (1/11/2017).

Ditanya terkait dokumen-dokumen seperti kontrak kerja atau surat pemberitahuan perekrutan karyawan, Kompol I Dewa Gede mengatakan, itu semua disertakan pelaku hanya sebagai modus agar korban lebih percaya. “Yang jelas pelaku sudah menjalankan aksi penipuannya ini sejak Mei 2016,” katanya.

Sementara itu, Candra mengaku melakukan penipuan bermodus dokter gadungan karena sejak dulu sudah terobsesi ingin menjadi dokter. “Uang korban saya pakai untuk bayar hutang pak. Saya nunggak tagihan kos-kosan sudah tiga bulan sebesar Rp 4,5 juta. Sisanya untuk tambahan kebutuhan hidup saya,” aku pria lulusan SMA ini.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini dokter gadungan tersebut dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara. @nanda