Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dokumen CIA ungkap Adolf Hitler palsukan kematian dan kabur ke Kolombia
Ketua Partai Nazi Jerman Adolf Hitler. FOTO: Istimewa
Amerika

Dokumen CIA ungkap Adolf Hitler palsukan kematian dan kabur ke Kolombia 

LENSAINDONESIA.COM: Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA) mengungkap dokumen rahasia yang menunjukkan bahwa pihaknya pernah menerima laporan bahwa Adolf Hitler telah memalsukan kematiannya.

Dalam laporan tersebut menyampaikan bahwa pimpinan Partai Nazi Jerman itu tidak tewas di Berlin pada 30 April 1945, namun Hitler melarikan ke Kolombia.

Dokumen itu menyebut, bahwa Phillip Citroen, mantan perwira paramiliter Partai Nazi, Schutztafel (SS), membocorkan keberadaan seorang pria yang diduga sebagai Adolf Hitler.

Kini, informasi mengenai keberadaan Schuttlemayer kembali mencuat setelah seorang jurnalis Kolombia Jose Cardenas mengunggah Tweet yang berisi arsip rahasia CIA yang sekarang telah terungkap ke publik. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (01/11/2017).

Arsip yang diunggah Cardenas membeberkan lebih detail mengenai klaim yang dibuat oleh Philip Citroen.

Phillip Citroen saat itu mengklaim dirinya mengunjungi Kota Tunja saat menjadi karyawan di sebuah perusahaan kereta api setempat. Di kota itu ia dikenalkan dengan pria yang ‘sangat mirip dan diklaim sebagai Hitler’ oleh penduduk lokal.

Dokumen itu juga mencantumkan sejumlah foto milik Citroen. Foto itu menunjukkan dirinya duduk bersama di samping seorang pria yang sangat mirip dengan Adolf Hitler.

Terduga Adolf Hitler itu bernama Adolf Schuttlemayer yang tinggal di Kota Tunja, 136 km di utara Bogota, Ibu Kota Kolombia sekitar tahun 1954.

Kala itu, Kota Tunja merupakan kawasan yang dihuni oleh sejumlah Nazi yang melarikan diri dari Jerman dan Eropa.

Citroen mengatakan, selama tinggal di Tunja, Adolf Schuttlemayer diberi julukan ‘The Fuhrer’ — khas Hitler. Penduduk kota yang berpapasan dengan Schuttlemayer juga kerap melakukan hormat ala Nazi.

Demi memperkuat klaim-nya, Citroen menyajikan sejumlah foto yang menjadi bukti pendukung keberadaan Schuttlemayer. Foto itu ia serahkan ke kantor cabang CIA di Caracas yang kemudian meneruskannya ke kantor pusat agensi di AS.

Baca Juga:  Mahfud MD: KPK tak bisa kembalikan mandat kepada presiden

Seorang agen CIA di Caracas, Venezuela yang mengetahui kabar tersebut menulis sebuah laporan berbentuk memo. Ia menyusun memo tentang cerita Citroen dari sumber kedua dan ketiga. Namun kala itu, agensi menganggap klaim tersebut sebagai rumor yang absurd.

Saat CIA hendak bertindak pada 1955, Adolf ‘Hitler’ Schuttlemayer rupanya telah melarikan diri dari Tunja ke Argentina. Akan tetapi, karena sejak semula agensi merasa skeptis tentang informasi tersebut, mereka tak lagi mengejar Schuttlemayer ke Argentina.@LI-13