Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Penyimpangan gula rafinasi ada di 56 hotel dan kafe di Jakarta
Gula rafinasi, ilust-ist
EKONOMI & BISNIS

Penyimpangan gula rafinasi ada di 56 hotel dan kafe di Jakarta 

LENSAINDONESIA.COM: Terkait kebutuhan gula, diduga terendus penyimpangan terhadap gula rafinasi yang didistribusikan pada 56 hotel dan kafe di Jakarta.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Brigjen Agung Setya mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan timnya hingga memperoleh data detail terkait lokasi hotel dan kafe sebagai jalur distribusinya.

“Biasanya, gula rafinasi digunakan untuk industri dan memang tidak dijual di pasaran,” ujar Agung di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (01/10/2017).

Sebelumnya, pada 13 Oktober 2017 lalu penyidik Bareskrim Polri menggelar razia di PT CP di Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat. PT CP saat itu diduga mengemas gula kristal rafinasi berbentuk sachet yang kemudian dijual ke sejumlah hotel mewah dan kafe di Jakarta.

Agung menambahkan, gula kristal rafinasi tersebut dijual dengan berat setiap sachetnya sekitar enam hingga delapan gram.

“Harga jual kepada pihak hotel dan cafe per sachet itu Rp 130. Sementara untuk gula kristal rafinasi dibeli dengan harga Rp 10.000/Kg. Pihak kami telah mengamankan barang bukti 20 sak gula kristal rafinasi dari gudang masing-masing dengan berat 50 kg dan 82.500 sachet gula rafinasi siap digunakan,” papar Agung.

Sementara ini, penyidik tengah menghimpun keterangan dari ahli baik dari Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Perlindungan Konsumen, seklaigus memproses pendalaman kasus ini pada pihak distributor gula kristal rafinasi yang menjual kepada PT CP. Dan barang bukti yang dikemas sedang diuji ke Laboratorium.

“Polisi sudah memeriksa 6 saksi atas penggeledahan gudang tersebut. Dalam satu hingga dua hari berikutnya akan digelar perkara untuk penetapan tersangka atas dugaan penyimpangan penjualan gula rafinasi tersebut,” tegas Agung.

Perbuatan tersebut telah melanggar pasal 139 jo pasal 84 dan Pasal 142 jo pasal 91 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 Jo pasal 8 (1) huruf a UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun.@tem,Licom

Baca Juga:  Pelindo III - PT Garam salurkan dana Rp 97 juta untuk air bersih di Kupang

sumber: Tempo