LENSAINDONESIA.COM: Barno (56) sopir truk warga Jl Rungkut Lor V, Surabaya, babak belur dihajar teman-temannya karena salah memencet tombol yang mengakibatkan musik karaoke mati saat asyik bernyanyi di room karaoke Pop City, Rungkut Mapan Surabaya, Senin (30/10/2017) lalu. Kasus ini dilaporkan ke Polsek Rungkut.

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, kasus pengeroyokan ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu korban bernyanyi bersama lima pelaku. Dalam kondisi semuanya mabuk akibat menenggak minuman beralkohol dalam room karaoke Pop City, korban saat itu berinisiatif mengganti lagu. Namun karena salah pencet tombol, musik malah jadi mati. Lantaran mabuk, kelima pelaku langsung tersulut emosinya dan memukuli Barno sehingga kepala korban mengalami luka robek berdarah dan wajahnya lebam.

“Saya tak bisa melawan karena kalah jumlah sehingg lari keluar room karaoke. Namun mereka masih terus mengejar dan memukuli saya hingga sampai parkiran. Setelah itu mereka pergi,” ujar Barno menceritakan kejadian yang dialaminya kepada petugas Polsek Rungkut.

Petugas Polsek Rungkut yang mendapat laporan penganiayaan dan pengeroyokan langsung menciduk 3 dari 5 pelaku. Masing-masing Wagianto (35), Choirul Suwanto (36) dan Heri Susilo (32) yang sama-sama beralamat di Jl Kedung Baruk Gang Makam Surabaya.

“Setelah dikeroyok dan dipukuli habis-habisan, korban langsung melapor kepada kami. Hanya selang beberapa jam dari waktu kejadian, tiga pelaku itu berhasil kami amankan dari rumahnya masing-masing,” ujar Kanit Reskrim Polsek Rungkut, AKP Abdul Karim, Rabu (1/11/2017).

Menurutnya, selain Wagianto, Choirul Suwanto dan Heri Susilo, ada dua pelaku lain yang mengjhajar korban. Yakni Y dan MS. “Keduanya belum berhasil kami tangkap. Namun sudah kami tetapkan sebagai DPO dan sedang dalam pencarian,” tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini Wagianto, Choirul Suwanto dan Heri Susilo dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana selama-lamanya 5 tahun 6 bulan penjara. @nanda