Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Suku Bugis dianggap perampok, Jusuf Kalla tuntut mantan PM Malaysia minta maaf
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad. FOTO: Istimewa
HEADLINE UTAMA

Suku Bugis dianggap perampok, Jusuf Kalla tuntut mantan PM Malaysia minta maaf 

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) ikut tersinggung dengan pernyataan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad yang menyebut bahwa Suku Bugis sebagai lanun atau perompak.

Pernyataan Mahatir dalam pidato politikya pada acara Himpunan Sayangi Malaysia di Alor Setar, Malaysia itu dinilai telah menghina masyarakat Bugis. Saat itu, Mahatir meminta Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak yang merupakan keturunan Suku Bugis kembali ke Sulawesi.

“Karena itu maka Pak Mahathir harus minta maaf karena orang Bugis bukan hanya di Sulawesi Selatan, Indonesia, saja,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (07/11/2017).

JK yang juga berasal dari Sulawesi mengatakan, juga meminta Mahathir meralat pernyataan menyinggung Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak yang merupakan keturunan Bugis. Menurut JK, sangat tak elok menilai atau menyindir seseorang dengan membawa etnisnya.

JK menyebut, saat ini Bugis tersebar di beberapa daerah, bahkan luar negeri. Kalla menyebut, setidaknya sekitar dua juta masyarakat Malaysia merupakan keturunan Bugis.

“Tidak bagus berkata seperti itu,” tegasnya.

Sebelumnya, pernyataan Mahatir itu juga dikecam oleh anggota DPD RI asal daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Barat Asri Anas.

“Apa yang disampaikan pak Mahathir menganggap orang Bugis seperti lanun/perompak, pencuri adalah hal yang salah, fatal dan tidak pantas,” kata Asri, dalam keterangan tertulis, Senin (23/11/2017).

Asri menilai, pernyataan Mahatir telah menurunkan harga diri orang Bugis. Menurutnya, hal itu sangat tidak pantas keluar dari mulut mantan perdana menteri yang telah menjabat lebih 20 tahun sebagai Perdana Menteri Malaysia.

“Mahathir tokoh yang memiliki kedekatan dengan Indonesia telah merusak dirinya, menjadi orang picik dan kerdil dalam berpikir serta berucap,” ujar dia.

Baca Juga:  Menantu Soekarwo dukung Renville Antonio pimpin Demokrat Jatim

Sebagai senator yang juga mewakili masyarakat Bugis Sulawesi, Asri meminta Mahatir meminta maaf di media massa Malaysia dan Indonesia. Sebab, ucapan Mahatir bisa berdampak pada hubungan etnis suku-suku serumpun.

“Jika Mahathir tidak mau meminta maaf , sama saja Mahathir dan turunannya menggali kuburannya sendiri, karena ini sudah menjadi harga diri orang Bugis di mana pun, di seluruh dunia. Mahathir harus berjiwa besar mengakui salah. Sangat disayangkan tokoh sekelas Mahathir kerdil dan tidak bisa menjaga mulut,” ucapnya.@LI-13/mtv