Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ditanya pasal rehab kliennya, pengacara ini sarankan wartawan koordinasi dengan Kasi Pidum Kejari Perak
Park Hae Jin kemungkinan lolos dari jerat hukum dan hanya akan direhabilitasi (rofik)
HEADLINE JATIM RAYA

Ditanya pasal rehab kliennya, pengacara ini sarankan wartawan koordinasi dengan Kasi Pidum Kejari Perak 

LENSAINDONESIA.COM: Rudhy Wedhasmara yang menjadi kuasa hukum Park Hae Jin, konsultan taekwondo KONI Jatim yang jadi terdakwa penyalahgunaan narkotika, nampak tak siap menghadapi pertanyaan wartawan, usai mendampingi kliennya dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (8/11/2017).

Saat ditanya terkait munculnya pasal 127 (rehab) atas kliennya, pengacara ini malah menyarankan wartawan berkoordinasi dengan Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak, Anggara Suryanagara. “Selain pasal 112 ayat (1) juga melekat pasal 127. Untuk masalah itu, silahkan koordinasi dengan Angga saja,” jawabnya singkat.

Disinggung menganai nama Angga yang dimaksud, Rudhy menjelaskan maksudnya adalah Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak, Anggara Suryanagara. “Anggara Kasi Pidum. Yang menentukan kan dia, saya hanya menjalankan tugas saya (sebagai kuasa hukum) saja,” tambahnya.

Perlu diketahui, Park Hae Jin ditangkap anggota Sat Reskoba Polrestabes Surabaya pada Jumat (16/6/2017) di tempat tinggalnya Apartemen Gunawangsa. Dia kedapatan membeli sabu 2 poket seharga Rp 1,8 juta melalui SMS dari seorang bandar dengan sistem ranjau. Sesuai perintah yang diterima dalam SMS, uang transaksi ditaruh di kotak pos yang berada di basement apartemen.

Sebelumnya, petugas lebih dulu menangkap Park Ingsun (berkas terpisah) dan ditemukan barang bukti 3 poket sabu masing masing 0,108 gram, 0,069 gram dan 0,045 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farkhan Djunaedi yang dipercaya menangani kasus ini mendakwa warga Korea Selatan itu dengan pasal 112 ayat (1) jo 127 Undang-Undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.@rofik

Baca Juga:  Segera! Sisternet bakal bikin aplikasi jualan online maksimal