Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gagal saat aksi kelima, spesialis maling ponsel di warung kopi babak belur dihajar warga
Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih menunjukkan tersangka dan barang bukti (nanda)
HEADLINE JATIM RAYA

Gagal saat aksi kelima, spesialis maling ponsel di warung kopi babak belur dihajar warga 

LENSAINDONESIA.COM: Ruslan (27) warga Jl Kedung Mangu, Surabaya, dibekuk Tim Anti Bandit Polsek Simokerto, setelah nekat melakukan pencurian ponsel di warung kopi milik milik Is Abdurrofiq di Jl Granting Baru Utara 110 Surabaya, Rabu (8/11/2017) pukul 11.00 WIB. Saat digelandang ke Mapolsek, nampak wajah pelaku masih babak belur akibat digebuki warga yang memergoki aksinya.

Kasus pencurian ini bermula saat korban baru membuka warungnya dan membiarkan ponselnya dicharge di atas meja. Pelaku yang sudah punya niat jahat datang dengan berpura-pura sebagai pelanggan warung kopi.

Saat korban lengah, secapat kilat pelaku menyambar ponsel Oppo milik pemilik warung tersebut. Spontan, Abdurrofiq langsung teriak “maling…maling”. Teriakan itu tentu saja didengar warga sekitar dan langsung berusaha mengepung pelaku.

Sempat dihajar massa, nyawa pelaku dapat diselamatkan salah satu anggota Tim Anti Bandit Polsek Simokerto yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Ruslan akhirnya digelandang ke Polsek Simokerto beserta barang bukti motor Suzuki Satria L 5661 PA yang digunakannya sebagai sarana dan ponsel Oppo milik korban.

Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih menjelaskan, saat menjalankan aksinya, ternyata pelaku ini tak sendirian, melainkan bersama SH yang saat itu bertugas sebagai joki. Namun saat pelaku ketahuan mencuri, SH berhasil kabur dan saat ini sedang dalam pencarian,” terangnya.

Kompol Madawati menambahkan, saat diinterogasi pelaku mengaku sudah melakukannya aksi pencurian 4 kali dan sasarannya selalu ponsel-ponsel yang sedang dicharge di warung kopi. “Biasanya, ponsel-ponsel yang berhasil dicuri pelaku langsung di berikan ke SH untuk dijual. Nah, SH ini perannya juga sebagai penjual ponsel curian juga,” tambahnya.

Dihadapan polisi, Ruslan mengaku satu ponsel biasa dijualnya seharga Rp 500 ribu. Nah, setelah itu baru uang hasil penjualan bisa dibagi dua. “Uangnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” akunya.

Baca Juga:  Sofyan Edi pastikan Kota Malang selalu kondusif dan terhindar dari konflik sosial

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ruslan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 7 tahun penjara. @nanda