Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kejati Jatim belum menaikkan status Wakil Bupati Sumenep
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi masih bisa senyam senyum usai diperiksa Kejati Jatim (rofik)
HEADLINE PROOTONOMI

Kejati Jatim belum menaikkan status Wakil Bupati Sumenep 

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang menjabat Komisaris PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS), hingga saat ini masih berstatus saksi dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 3,9 miliar.

Penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati Jatim pada Jumat (13/10/2017) lalu, telah menetapkan Direktur PT WUS, Sitrul Arsy Musa’ie, sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam. Dia langsung dijebloskan ke ruang tahanan di Rutan Medaeng, Sidoarjo.

Sementara Achmad Fauzi, yang menjabat Komisaris PT WUS, Selasa (7/11/2017) diperiksa sebagai saksi. Dirinya mengaku hanya diperiksa terkait utang piutang. “Ada lima pertanyaan, tadi hanya ditanya sial utang piutang saja,” terang Wabup Sumenep yang memiliki saham 10 persen di PT MMI ini, saat dikonfirmasi usai menjalani pemeriksaan.

Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung menyatakan Achmad Fauzi diperiksa sebagai saksi dalam dugaan korupsi di PT WUS yang merugikan negara Rp 3,9 miliar. “Jadi penyidik memeriksa dia (Achmad Fauzi) karena berkaitan. Saksi memiliki saham 10% di PT MMI yang memiliki saham 24,20 % di PT WUS, BUMD yang bergerak dalam tambang Migas,” tambah Richard.

Richard menjelaskan lebih lanjut, PT WUS menyuntikan dana ke PT MMI dalam mengembangkan usahanya hingga membuka cabang di Jakarta dan terdapat kerugian negara Rp 3,9 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, keluar dari Gedung Kejati Jatim pada Selasa (11/8/2017) sekitar pukul 17.000 WIB, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan korupsi PT Wira Usaha Sumekar (WUS).

Menggunakan batik merah motif hitam, Achmad Fauzi mengaku mendapat lima pertanyaan dari penyidik, Pidsus. “Ada lima pertanyaan,” ujarnya singkat.

Disinggung materi pertanyaan yang diberikan terhadapnya, pemilik saham di PT MMI ini mengaku hanya hutang piutang. “Tadi hanya diperiksa terkait hutang piutang saja,” tambahnya.

Baca Juga:  Bakal calon wali kota Surabaya jadi saksi sidang pencurian DPD Partai Berkarya

Sementara Kasi Penkum Kejati Jatim Richard Marpaung menjelaskan, bahwa wakil Bupati Sumenep tersebut diperiksa sebagai saksi terkait adanya tindak pidana korupsi di PT WUS. “Sebelumnya ada laporan BPK terkait adanya PT WUS, dimana kami sebelumnya sudah menahan Dirutnya Sitrul Arsy Musa’ie dimana ada kerugian negara sebesar Rp 3,9 miliar,” terang Richard. @rofik