Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pura-pura sholat, tikus masjid ini sukses beraksi di 5 lokasi
Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana menunjukkan barang bukti dan tersangka (nanda)
HEADLINE JATIM RAYA

Pura-pura sholat, tikus masjid ini sukses beraksi di 5 lokasi 

LENSAINDONESIA.COM: Solehudin (37), warga Jl Sidotopo, dibekuk Tim Anti Bandit Sat Reskrim Polrestabes Surabaya karena melakukan pencurian di lima masjid berbeda.

Penangkapan terhadap tikus masjid ini berawal dari informasi salah satu korban, Prasidya Dharma, yang melaporkan tasnya berisi laptop telah hilang, sesaat setelah menunaikan sholat di Masjid Universitas Surabaya Jl Kalirungkut Surabaya.

Beruntung, saat pencurian berlangsung ada kamera CCTV yang merekam kejadian tersebut. Berbekal CCTV itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Sehari kemudian, polisi juga mendapat laporan ada pencurian yang terekam CCTV di Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya. Ternyata pelakunya sama, yakni Solehudin. Darisana, polisi langsung menyebar foto-foto pelaku di setiap mall di Surabaya.

Kesabaran polisi membuahkan hasil dengan mendapat informasi pelaku sedang berada di Royal Plaza Surabaya. Petugas pun bergegas bergegas melakukan penangkapan. “Awalnya pelaku tak mengakui perbuatannya. Tapi akhirnya dia mengaku setelah video CCTV yang merekam aksinya ditunjukkan polisi,” ujar Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana, Rabu (8/11/2017).

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan pencurian 5 kali. Di antaranya di PTC Mall, Masjid Universitas Surabaya, Masjid Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Masjid Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan Masjid Untag Surabaya. “Saat beraksi, pelaku memanfaatkan keteledoran korban-korbannya. Saat korban lengah, langsung saja tas korban yang berisi barang berharga disikat pelaku,” tambahnya.

Solehudin sendiri mengaku selalu menggunakan modus pura-pura sholat agar korbannya tak curiga. Saat korbannya sedang fokus menunaikan sholat, dirinya langsung mengambil tas yang sudah diincarnya. “Biasanya saya dapat ponsel dan terkadang dapat laptop. Hasil curian saya jual di Pasar Loak Gembong. Kalau laptop biasanya laku Rp 750 ribu,” aku pria kurus ini.

Baca Juga:  Kerja bareng Bekraf, kini giliran AMI gembleng musisi Surabaya

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tikus masjdi itu dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 7 tahun penjara. @nanda