LENSAINDONESIA.COM: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar dari Kejari Tanjung Perak, membantah pihaknya telah melakukan pengurangan barang bukti sabu atas terdakwa Tejo Adi Wiyono, Bos Karaoke Smile di kopleks Ruko Jl Kedungdoro.

Yusuf Akbar menegaskan dirinya tak pernah mengeluarkan statemen jumlah poket sabu dan memastikan total barang bukti adalah 5,5 gram lebih. “Saya tidak pernah bilang 5 poket, jadi yang benar 9 poket sabu dengan berat bersih 5,5 gram sekian,” bantahnya melalui SMS kepada Lensa Indonesia.

Jaksa Kejari Tanjung Perak ini juga merasa yakin bahwa dalam berkas Bos Karaoke Smile itu tak ada barang bukti ineks yang disita dan diajukan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. “Ineks gak ada Mas, hanya sabu saja,” tambahnya.

Namun penelusuran Lensa Indonesia dari web resmi Pengadilan Surabaya, barang bukti atas nama terdakwa Tejo Adi Wijoyo menyebutkan ada 12 barang bukti. Masing-masing 9 poket sabu dengan berat 1,50 gram, 1,46 gram, 1,46 gram, 1,44 gram, 1,40 gram, 1,40 gram, 1,36 gram, 1,32 gram dan 1,12 gram. Bila ditotal beratnya 12,46 gram.

Barang bukti ke 10 dan 11 adalah pipet kaca yang di dalamnya masih ada sisa sabu dengan berat total 3,56 dan 3,78 gram. Barang bukti yang ke-12 adalah 25 butir pil diduga ekstasi (ineks) warna ungu sebanyak 25 butir dengan total berat 8,43 gram.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tejo Adi Wijoyo pemilik Karaoke Smile di kompleks ruko Jl Kedungdoro, Kamis (9/11/2017) jadi pesakitan di Pengadilan Negeri Surabaya, dalam kasus peredaran sabu.

Dalam sidang dengan agenda dakwaan kali ini, terdakwa menolak didampingi kuasa hukum meski sudah ditawari majelis hakim. “Saya maju sendiri yang mulia,” ujarnya dengan peracaya diri.

Dalam pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar dari Kejari Tanjung Perak menyatakan, terdakwa telah melakukan perbuatan tanpa hak dan melawan hukum melakukan percobaan atau permufakatan jahat mengedarkan narkoba.

“Terdakwa telah melakukan tindak pidana narkotika dan prekusor narkotika menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I yang beratnya lebih dari 5 gram. Atas perbuatannya, didakwa pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (2) UU RI no 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” papar JPU Yusuf.

Terdakwa sebenarnya dibekuk Sat Reskoba Polrestabes Surabaya pada Jumat (8/9/2017) di tempat usahanya Karaoke Smile, kompleks ruko Jl Kedungdoro. Saat itu polisi yang menangkapnya menemukan barang bukti 9 poket sabu masing masing 1,50 gram, 1,46 gram, 1,46 gram, 1,44 gram, 1,40 gram, 1,40 gram, 1,36 gram, 1,32 gram, 1,12 gram. Total 12, 46 gram sabu. Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti 3 pipet kaca, 1 pak plastik klip dan 2 pak sedotan plastik. Selain itu ada juga pil diduga ineks warna ungu sebanyak 25 butir dengan total berat 8,43 gram. @rofik