LENSAINDONESIA.COM: Mentari Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memastikan diri akan maju sebagai calon gubernur dalam kontestasi Pilkada Jawa Timur 2018.

Keseriusannya maju gubernur dibuktikan dengan adanya pengunduran diri dari jabatan Mensos.

Khofifah menyampaikan bahwa pengunduran dirinya saat ini masih dalam proses. “Prosesnya (mundur dari Mensos) hingga kini masih berjalan. Sembari menunggu pendamping (Cawagub),” katanya saat ditemui usai menjadi pembicara seminar nasional pendidikan di Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (11/11/2017).

Menurut Khofifah, proses pengumuman siapa yang bakal menjadi calon wakil gubernur (cawagub) tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Meski begitu ia tidak menampik bila siapa yang akan menjadi cawagub tersebut akan diumumkan pada 15 November 2017 pekan depan.

“Proses membutuhkan waktu dan tidak bisa tergesa-gesa. Nanti bila semuanya sudah siap, saya segera melapor ke Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Diketahui, saat ini dari sejumlah nama bakal cawagub pendamping Khofifah telah mengerucut pada dua nama. Dua nama itu disebut-sebut merupakan figur dari kultur Mataraman.

Dua nama dari Mataraman yang santer diisukan akan menjadi cawagub Khofifah tersebut adalah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan Bupati Trenggalek Emil Dardak.@LI-13