LENSAINDONESIA.COM: Siti Soleha, warga Kedinding Lor Surabaya yang menjadi terdakwa pembuat uang palsu (upal) dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Selain Siti, dalam sidang yang digelar di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya itu, JPU Darwis dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya juga menuntut dua pengedar upal yakni Tuni dan Mala Herlina masing masing dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsieder 3 bulan kurungan.

“Terdakwa terbukti melakukan pemalsuan uang sebagai mana diatur dalam pasal 26 ayat (1) dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara,” kata JPU Darwis membacakaan tuntutan, Kamis (09/11/2017).

Sementara itu, Ketua Majelis hakim Anne Rusiana tidak memberikan kesempatan terhadap ketiga terdakwa untuk melakukan pembelaan, dengan menutup sidang.

“Kamu sudah dengar tuntutan Jaksa, Kamis depan sidang putusan,” ujar Hakim Anne seraya mengetuk palu.

Dikonfirmasi usai sidang, JPU Darwis menyatakan, bahwa terdakwa Siti Soleha dituntut lebih tinggi selain sebagai pembuat Upal juga residivis.

“Pertama dia yang membuat, kedua terdakwa residivis dimana pernah dihukum 3 tahun dalam kasus yang sama di jakarta,” ungkapnya.

Terdakwa Siti Soleha mencetak uang palsu dengan cetak print dan menjual kepada kedua terdakwa lainnya dimana setiap Rp 150 dijual Rp 50 ribu.

Untuk mengelabuhi korbannya, keduanya mengedarkan Upal ke pasar tradisional sehingga ditangkap petugas pada Sabtu 8 Juli 2017 dengan mengamankan barang bukti Upal sebanyak Rp 7 juta.@rofik