Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Antisipasi curah hujan tinggi, ini upaya warga Sekardangan Sidoarjo
Nampak beberapa warga kelurahan Sekardangan Sidoarjo sedang memproses pembuatan biopori untuk mengantisipasi curah hujan berlebih di lingkungannya. Foto-ist
TERKINI

Antisipasi curah hujan tinggi, ini upaya warga Sekardangan Sidoarjo 

LENSAINDONESIA.COM: Mengantisipasi curah hujan yang lebih, nampaknya warga Kelurahan Sekardangan Sidoarjo bergotong royong membuat lubang biopori.

Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

Edi Priyanto, Ketua RT 23 Kelurahan Sekardangan mengatakan, pihaknya sedang menggalakkan pembuatan lubang biopori di lingkungan pemukimannya. Dan targetnya, setiap rumah harus memiliki lubang biopori minimal satu buah lubang.

“Sebenarnya banyak sekali manfaat yang diperoleh dari biopori, diantaranya untuk meningkatkan resapan air kedalam tanah. Namun, hasil pembuatan biopori akan lebih maksimal jika semua warga mau kerja bakti membuat bersama-sama. Sebab pembuatan lubang biopori membutuhkan energy yang tak sedikit dan perlu keterlibatan orang banyak. Semakin banyak lubang biopori yang dibuat, maka semakin besar manfaat yang kita peroleh khususnya saat musim penghujan yang sudah tiba”, ujar Edi di sela-sela kerja bhakti pembuatan lubang Biopori tersebut, Minggu (12/11/2017).

Tak hanya pembuatan lubang biopori yang dilakukan warga pria, lanjut Edi, ibu-ibu juga nampak melakukan pembuatan aneka kerajinan dari barang bekas, serta pengelolaan komposter dan bank sampah.

“Kegiatan ini dilakukan seluruh warga dengan penuh semangat dalam rangka mewujudkan program 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle,” imbuh Edi.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kelurahan Sekardangan Sidoarjo, Achmad Junaidi mengatakan, Lingkungan RT 23 ini terpilih mewakili Kecamatan Sidoarjo untuk mengikuti kompetisi Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) tahun 2017/2018.

“Kami terus memantau dan memberikan pendampingan sejak kegiatan sosialisasi hingga penilaiannya nanti. Warga di RT 23 Sekardangan ini sangat kompak dan bersemangat, mereka telah sadar bahwa kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, sehingga seluruh warga terlibat tanpa ada unsur paksaan”, tegas Junaidi.

Baca Juga:  Ini maksud KPK jelaskan serahkan 'mandat' kepada presiden

Indah Yuliati, staf Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo disela-sela sosialisasi kegiatan Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) tahun 2017 di RT 23 Kelurahan Sekardangan awal Nopember 2017 lalu pernah menyampaikan, tujuan utama terselenggaranya kompetisi Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) itu diantaranya agar masyarakat semakin sadar akan kebersihan dan semakin cinta akan lingkungan ditempat tinggalnya. Juga dalam rangka mendukung Program Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas sampah pada tahun 2025 mendatang.

“Peningkatan dan penyadaran masyarakat pada budaya bersih juga tidak kalah pentingnya. Program Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) sendiri sudah diselenggarakan sejak tahun 2008. Dengan tahapan meliputi Pemberitahuan dan sosialisasi dilanjutkan rapat koordinasi, launching kegiatan, pendampingan dan road show, serta puncaknya diakhiri dengan SBH Award”, jelasnya.

Di tahun 2017 ini akan diikuti sedikitnya 18 Desa dan Kelurahan dari 18 Kecamatan Sekabupaten Sidoarjo. Harapan dari pelaksanaan program ini, masyarakat semakin sadar akan kebersihan dan peduli terhadap lingkungannya sehingga akan terwujud lingkungan yang bersih, rapi, sehat, hijau, indah dan nyaman.

Dengan program SBH ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan Kabupaten Sidoarjo bisa mencapai Zero Waste lebih awal yaitu pada tahun 2018.@Rel-Licom