Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani didampingu kuasa hukumnya usai menjalani persidangan dengan agenda putusan di Gedung Perpustakaan dan Arsip, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017). FOTO: kompas
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Terpidana terdakwa kasus Undang-Undang ITE, Buni Yani dinyatakan bersalah telah terbukti sengaja mengedit video pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu, mengajukan banding vonis hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara yang diberikan Hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.

“Kami akan banding,” kata Aldwin Rahadian, kuasa hukum Buni Yani usai mendengar vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim M Sapto di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Aldwin mengaku alasan pihaknya mengajukan banding karena kliennya dianggap tidak bersalah.

Jika terdakwa banding, kubu jaksa penuntut umum (JPU) belum memutuskan menerima atau ikutan banding atas vonis tersebut. “Kami piker-pikir,” kata Ketua Tim JPU Andi M Taufik.

Sebelumnya JPU meminta majelis hakim menghukum Buni Yani dua tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider kurungan tiga bulan. Namun, hakim memutuskan 1,5 tahun penjara saja untuk Buni Yani.

“Menyatakan terdakwa Buni Yani telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana informasi transaksi elektronik (ITE),” kata Hakim M Sapto.

Saat pembacaan vonis, ruangan sidang mendadak riuh karena pendukung Buni Yani tak terima saat hakim menyatakan terdakwa bersalah. Teriakan Allahuakbar terdengar berkali-kali dalam ruangan sidang. Buni Yani sendiri ikut berdiri mengepalkan tangan ke atas dan berterial “Allahuakbar” saat hakim membaca putusannya.@LI-13

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here