Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jatim beberapa waktu lalu. FOTO: Istimewa
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah mengirim memori kasasi kepada Mahkamah Agung (MA) atas vonis bebas mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan alam kasus dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim. Vonis bebas itu merupakan putusan atas pengajuan banding Dahlah Iskan ke Pengadilan Tinggi Surabaya.

Kajatim Jatim Maruli Hutagalung mengatakan, memori kasasi telah dikirim ke MA sejak pihaknya menerima salinan putusan bebas Dahlan Iskan.

“Sudah saya kirim, coba aja tanya ke Mahkamah Agung. Jadi sekarang masih menunggu hasilnya, kalau ditolak ya ajukan peninjauan kembali (PK),” ujarnya saat memberikan keterangan di gedung Kejati Jatim, Jl A Yani Surabaya, Senin (13/11/2017).

Upaya kasasi ini dilakukan Kajati Jatim karena menganggap putusan Pengadilan Tinggi yang jauh menyimpang dari putusan Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya telah Dahlan Iskan bersalah dan menghukumnya, setelah melihat dan mendengar semua keterangan saksi. Saya bingung dengan Hakim Pengadilan Tinggi. Masak Hakim Tipikor lebih bodoh dari Hakim Pengadilan Tinggi. Mereka (hakim PT) kan hanya melihat berkas tidak mendengar langsung, ada apanya dengan berkas itu,” kata Maruli, Selasa (12/09/2017) lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya mengabulkan banding yang diajukan Dahlan Iskan atas vonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya pada April 2017 lalu.

Pengadilan Tinggi menyatakan Dahlan Iskan tidak bersalah dalam perkara dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Tulungagung dan Kediri.

“Benar (banding Dahlan Iskan dikabulkan). Diputus pekan lalu menjelang Idul Adha,” kata juru bicara Pengadilan Tinggi Surabaya, Untung Widarto di Surabaya Selasa (05/09/2017).

Dahlan terjerat perkara dugaan korupsi kala menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menilai penjualan dua aset PWU di Kediri dan Tulungagung menyalahi aturan dan merugikan negara. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya menyatakan Dahlan bersalah dan memvonisnya dengan hukuman dua tahun penjara.

Dahlan pun mengajukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Majelis hakim Pengadilan Tinggi mengabulkan banding Dahlan.

Dalam putusan banding itu, terdapat perbedaan pendapat atau dissenting opinion dari majelis hakim. Satu anggota majelis hakim berpendapat Dahlan bersalah. Namun akhirnya, majelis hakim yang diketuai Dwi Andriani memutuskan banding Dahlan dikabulkan.

Untung enggan menjelaskan lebih rinci soal putusan perkara itu. Saat ini, Pengadilan Tinggi tengah merapikan berkas putusan perkara tersebut untuk diteruskan ke Pengadilan Negeri Surabaya. “Yang jelas, kalau putusannya sudah. Sekarang tinggal proses administrasinya saja,” ujarnya.@rofik

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here