Trending News

18 Aug 2019
PT DLU : “Pemerintah harus perhatikan tarif angkut kapal laut”
(ujung kiri) Bambang Haryo, anggota DPR RI Komisi VI didampingi (ujung kanan) Erwin H Poedjono, Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama saat memberikan bantuan CSR kepada warga Simokerto Surabaya, Selasa (14/11/2017). Foto-Eld
EKONOMI & BISNIS

PT DLU : “Pemerintah harus perhatikan tarif angkut kapal laut” 

LENSAINDONESIA.COM: PT Dharma Lautan Utama (DLU) berharap pemerintah lebih memperhatikan penerapan terkait standard tarif atau harga tiket angkutan kapal laut.

Bambang Haryo, Konsultan Perusahaan DLU mengatakan, jika standard tarif tersebut tak dipedulikan, maka beresiko pada industri perkapalan bakal mengalami kerugian bahkan gulung tikar.

“Harga tiket kapal laut saat ini yang berlaku Rp 800 – 900 per mil. Padahal, semestinya nilai ideal harga tiket sudah mencapai Rp 1.500 per mil, jika diteruskan maka akan siaplah berguguran industri perkapalan, apalagi saat ini sudah sekitar 200 usaha perkapalan mengalami bangkrut dan tak mampu bertahan,” tegas Bambang yang juga anggota DPR RI Komisi VI saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com di sela pemberian bantuan CSR dari DLU kepada 150 warga Simokerto Surabaya, Selasa (14/11/2017).

Bambang menghimbau, harusnya pemerintah menaruh perhatiannya pada usaha sektor kelautan. Jika harga tiket angkut kapal masih demikian, hal ini akan membebani biaya operasional yang kian waktu makin meninggi.

“Apakah perusahaan perkapalan harus mengurangi pelayanan yang berujung pada keselamatan penumpang? Untuk faktor keselamatan itu harus diutamakan,” ucap Bambang.

Di kesempatan yang sama, Erwin H Poedjono, Direktur Utama DLU menyampaikan, harga tiket yang tidak proporsional dari kebijakan pemerintah ini tak sebanding dengan tingginya biaya operasional dan perbaikan kapal justru membatasi gerak bisnis industri perkapalan.

“Kita merasa terpepet dan memaksa untuk bisa mempertahankan perkembangan industri perkapalan ini jika tarif yang ditentukan pemerintah masih seperti ini. Bertahan saja hingga saat ini sudah bersyukur,” tukas Erwin.

Tak sekedar harga tiket, lanjut Erwin, kondisi ekonomi saat ini cukup sulit terkait kelangsungan sirkulasi logistik yang sempat tersendat, dan dampaknya bisa dirasakan dengan menurunnya profit.

Baca Juga:  Peringati HUT RI Ke-74, PUBG Mobile galang dana untuk Veteran Indonesia

“Pendapatan DLU memang sempat naik kendati nilainya tipis, berkisar hanya 5 persen saja. Kenaikan tetap ada, namun belum mencapai ekspektasi. DLU hingga kini terus bertahan dan berharap akhir tahun ini ekonomi akan membaik. Kami tetap harus eksis, bagaimanapun caranya untuk tidak mengurangi kapal atau bahkan mem PHK karyawan kami,” pungkas Erwin.@Eld-Licom

Related posts