LENSAINDONESIA.COM: Komplotan copet yang semua anggotanya dari Surabaya diringkus ditangkap Tim Sat Reskrim Polresta Madiun, saat konser Via Vallen di alun-alun Madiun, Selasa (14/11/2017) malam. Lima pelaku berhasil dibekuk, dan 1 orang berhasil kabur tapi saat ini sudah menjadi DPO polisi.

Masing-masing Satria Mukti (32), Muhammad Irvan (34), Muhammad Gufron (21), ketiganya warga Pabean Cantikan, Surabaya, Muh Zalias (36) warga Mulyorejo dan Martinus Valentino (29) asal Wonokromo. Sedangkan yang kabur adalah Junaedi (DPO) warga Pabean Cantikan.

Kasat Reskrim Polresta Madiun AKP Logos Bintoro menjelaskan, para pelaku memang berniat melakukan aksi pencopetan dalam konser Via vallen yang selalu ramai pengunjung. Mereka berangkat dari Surabaya sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan mobil sewaan dan tiba di Madiun sekitar pukul 20.00 WIB. Saat di alun-alun komplotan copet ini langsung berbagi tugas dan mencari sasaran.

Saat menjalankan aksinya, masing-masing pelaku memliki peran berbeda-beda. Satri Mukti bertugas sebagai eksekutor copet, Muhammad Zalias mengawasi dan menyimpan hasil copetan, sedangkan M Irvan, M Gufron dan Martinus Valentino mengalihkan perhatian korban dengan mendorong bersama-sama dari beberapa arah. Sementara Junaedi bertindak sebagai sopir.

“Penangkapan komplotan copet asal Surabaya ini bermula dari adanya laporan pengunjung konser Via Vallen yang ponselnya hilan. Polisi kemudian diam-diam menyebar dan berbaur dengan penonton untuk mencari pelaku. Akhirnya, salah satu pelaku kepergok mencopet dan diteriaki pengunjung. Setelah ditangkap, polisi melakukan pengembangan dan menangkap empat pelaku lain. Mereka ditangkap di tiga tempat berbeda, tetapi masih di wilayah Kota Madiun,” ucapnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan 23 ponsel dari kelima pelaku yang semuanya diduga hasil kejahatan mencopet. Dari jumlah itu, 10 di antaranya sudah dicocokan dan diketahui pemiliknya yang datang ke Polresta Madiun sambil membawa kardus kemasan ponsel sebagai bukti kepemilikan.

“Komplotan copet ini merupakan spesialis copet yang kerap beraksi dalam konser dangdut. Mereka selalu berpindah-pindah kota, mencari event dangdut dengan bintang tamu penyanyi terkenal agar mudah mencari mangsa,” sambung AKP Logos.

Untuk rposes hukumnya, kelima anggota komplotan copet ini dijerat pasal 363 ayat (1) ke-4, yaitu pencurian yang dilakukan dengan bersekutu, dengan ancaman maksimum kurungan penjara 7 tahun. “Untuk warga warga yang kehilangan ponsel saat menonton acara konser Via Vallen di alun-alun Madiun, bisa melapor ke Polresta Madiun sambil membawa kardus ponsel, sesuai dengan ponsel yang hilang,” pungkasnya. @LI-15