LENSAINDONESIA.COM: AR, siswi kelas VIII SMPN 55 Surabaya mendatangi gedung DPRD Surabaya diantar ayahnya, Arifin untuk wadul ke Komisi D, terkait tindakan kekerasan yang dialaminya di sekolah.

AR mengaku ditampar guru IPA dua kali di pipi kiri dan dekat mulut. Selain itu pelajar ini juga mengaku sebelumnya sempat ditendang. Menurutnya, kejadian dipicu saat dirinya menelepon orang tuanya menggunakan handphone lantaran minta dijemput karena kakinya sakit akibat terjatuh. “Tadi pas habis istirahat, saya telepon minta dijemput. Tapi tas saya digeledah sama guru IPA dan diperiksa bawa HP atau tidak, pas ketemu lalu saya ditampar. Sebelumnya, kaki saya juga pernah ditendang,” ujarnya bercerita.

Mendapat cerita anaknya itu, Arifin sebagai ayah tentu saja geram karena menurutnya perlakuan oknum guru SMPN 55 itu di luar batas. “Saat itu saya sudah di luar sekolah. Saya tunggu kok lama sudah lebih dari 17 menit, anak saya belum keluar, gak tahunya ada kejadian ini,” terangnya.

Arifin mengaku sudah mengadukan hal ini ke Kepala Sekolah SMPN 55. Namun saat itu cuma mendapat jawaban, tindakan keras itu sebagai hal yang mendidik. “Dapat jawaban, tamparan hanya sekali, itu bohong. Yang saya sesalkan, mengapa mendidik harus dengan kekerasan seperti itu,” katanya.

Terkait aturan dilarang membawa handphone saat sekolah, Arifin mengaku salah membekali anaknya dengan handphone. Namun ia mengaku membawakan handphone pada anaknya demi alasan komunikasi dan anaknya tidak menggunakan handphone untuk bermain di kelas. “Zaman sekarang, handphone sudah kebutuhan penting. Apalagi anak saya menggunakannya untuk komunikasi dengan minta jemput karena kakinya sakit,” dalihnya.

Menanggapi masalah ini, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya M Ikhsan. “Sangat disayangkan kalau saat ini masih ada kekerasan di dalam kelas. Kami akan koordinasi dengan Pak Ikhsan terkait pembinaan guru. Mengapa kasus kekerasan di kelas seperti ini masih saja terjadi,” jelasnya. @rofik