Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mahfud MD: Bila melarikan diri, tuntutan terhadap Setya Novanto bisa diperberat
Mahfud MD
HEADLINE DEMOKRASI

Mahfud MD: Bila melarikan diri, tuntutan terhadap Setya Novanto bisa diperberat 

LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah petugas KPK gagal melakukan penjemputan paksa Setya Novanto saat mendatangi rumah tersangka korupsi e-KTP itu di Jl Wijaya 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam WIB.

Penyidik KPK akhirnya hanya melakukan penggeledahan di rumah Ketua DPR RI itu dengan pengawalan penuh puluhan anggota Brimob.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, bila Ketua Umum Golkar tersebut benar-benar melarikan diri, maka tak menutup kemungkinan terkena pelanggaran hukum, yakni menghalangi penyidikan. “Melarikan diri bisa jadi tindak pidana sendiri, yakni menghalangi penyidikan. Itu bisa menjadi faktor yang memberatkan dalam penuntutan,” ujarnya, Kamis (16/11/2017).

Selain itu, insiden penjemputan paksa Setya Novanto itu sekaligus menepis keraguan kerjasama KPK dan Polri. “Upaya jemput paksa KPK yang diback up Brimob semalam, merupakan cerminan Polri tetap profesional. Memang agak menggelisahkan, ketika Setya Novanto menghilang,” terangnya, Kamis (16/11/2017).

Atas hal itu, Mahfud melihat sudah ada langkah kongkret bahwa negara tidak lemah atas korupsi. Walau Setya Novanto belum berhasil diciduk, setidaknya aparat terkait telah bertindak tegas dalam. “Presiden juga memberi dukungan dan yang lebih dari itu ternyata Polri memback-up KPK, tidak ada indikasi Polri memback up Setya Novanto,” pungkasnya. @LI-15

Baca Juga:  Forum energi muda “ID Next Leader” baru sebulan berdiri di Indonesia, diminati 200-an pemimpin potensial