Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kampanyekan cinta Rupiah, BI sambangi ITS
EDUKASI

Kampanyekan cinta Rupiah, BI sambangi ITS 

LENSAINDONESIA.COM:Bank Indonesia (BI) menghelat kegiatan BI Goes to Campus di Graha Sepuluh Nopember Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (22/11/2017). Kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow di berbagai kota di Indonesia untuk menumbuhkan kecintaan pada mata uang Rupiah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Gerakan Cinta Rupiah yang saat ini sedang dicanangkan oleh pemerintah. Ia mengingatkan bahwa gambar yang ada di dalam uang rupiah adalah para pahlawan dan ini merepresentasikan semangat bela negara, termasuk semangat 10 November.

“Jadi kalau kalian ingin fotonya dicetak pada mata uang, tirulah perjuangan pahlawan. Tapi Anda juga harus meninggal dulu,” candanya memecah suasana.

Pesan yang ingin disampaikan oleh Difi adalah penggunaan foto pahlawan pada simbol uang rupiah adalah untuk menghormati perjuangan para pahlawan yang rela gugur demi kemerdekaan bangsa. “Setelah tahu fakta ini, semoga kita semua bisa lebih mencintai rupiah dibanding mata uang lainnya,” tutur Difi.

Menurut Difi, mencintai rupiah adalah wujud bela negara tanpa senjata. Ia juga mengaku sangat mendukung kegiatan semacam ini. “Semoga ke depannya bisa diperluas dan dikembangkan lagi,” ujarnya.

Dikatakan Difi, acara BI Goes to Campus ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sebagai salah satu modal penting pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menuju masa depan bangsa.

Kegiatan ini, lanjut Difi, juga bertujuan untuk menyosialisasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Terkait peningkatan teknologi dalam mendorong ekonomi, BI mendorong program pembayaran nontunai.

“Penggunaan nontunai akan mendorong dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam ekonomi,” paparnya.

Selain itu, imbuhnya, juga akan mendorong keuangan inklusif, mengingat saat ini masih banyak masyarakat yang belum tersentuh layanan jasa keuangan. Peningkatan transaksi nontunai sebesar 10 persen akan meningkatkan transaksi ekonomi sebesar 0,5 persen.

Kegiatan ini juga dihadiri anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.
Kepada para mahasiswa, Misbakhun berpesan untuk tidak menganggap rupiah sebagai sekedar mata uang, namun juga sebagai simbol kedaulatan dan kemerdekaan yang diperoleh dari perjuangan para pahlawan.

“Ketika bertransaksi dengan rupiah, seharusnya kita akan ingat bahwa tidak mungkin transaksi tersebut dapat terjadi tanpa adanya andil dari perjuangan para pahlawan,” pungkasnya.@licom