Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Di tahun 2025 Indonesia berpotensi raup 150 miliar dolar AS di sektor Teknologi Digital
Seminar teknologi Lintas Teknologi Solutions Day dengan tema "Bussiness Transformation Through Technology" di Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta.
Bisnis

Di tahun 2025 Indonesia berpotensi raup 150 miliar dolar AS di sektor Teknologi Digital 

LENSAINDONESIA.COM: Bertempat di Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, berlangsung seminar teknologi Lintas Teknologi Solutions Day dengan tema “Bussiness Transformation Through Technology”. Para pakar teknologi ini membahas perkembangan teknologi dan dampak ikutannya di berbagai lini kehidupan.

Dirjen Bidang Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, era digital merambah ke seluruh sendi kehidupan di dunia termasuk di Indonesia. Saat ini Indonesia menghadapi transformasi model bisnis dari konvensional ke era digital dan teknologi.

Dengan modal populasi penduduk 262 juta, pengguna internet 132,7 juta, maka Indonesia memiliki potensi besar di sektor bisnis melalui teknologi digital ini. Bahkan, dalam transformasi ini Indonesia bisa meraup pendapatan hingga 150 miliar dolar AS per tahun pada tahun 2025.

“Teknologi adalah bisnis, teknologi adalah peluang, teknologi adalah kemajuan, teknologi adalah pengubah tatansn dan aturan hukum dan teknologi bisa menjadi peningkatan kerumitan tindak kejahatan. Semua elemen bangsa harus terlibat dalam pemanfaatan teknologi secara positif, pengawasan secara intensif, dan bersama-sama dengan Kemenkominfo untuk menjadikan teknologi berdaya guna,” ujar Samuel di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Sementara itu, Muhamad Paisol selaku Presiden Direktur PT. Lintas Teknologi Indonesia menegaskan ada 5 isu yang dibahas dalam seminar teknologi yang nantinya untuk membantu mendorong transformasi digital di Indonesia. Kelima hal tersebut adalah infrastruktur/standarisasi, legal, ekonomi, pembangunan serta sosial dan budaya.

“Transformasi digital sendiri bisa dikatakan sebagai perubahan yang terkait dengan penerapan teknologi digital di semua aspek masyarakat manusia. Tahap transformasi berarti penggunaan inheren digital memungkinkan jenis baru dari inovasi dan kreativitas dalam domain tertentu, bukan hanya meningkatkan dan mendukung metode tradisional,” kata Paisol.

Ia menjelaskan, survei global dari Pure Storage bertajuk Evolution bahwa sebanyak 70% dari 200 bisnis di Indonesia yang terjaring sebagai responden menuturkan bahwa lebih dari separuh pendapatan yang mereka kantongi dihasilkan dari arus-arus digital pada bisnis mereka. Adapun hasil ini lebih tinggi dari angka rata-rata yang tercatat untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang, yakni sebesar 46%.

Baca Juga:  Tanggulangi negatif internet, Kominfo gelar Siberkreasi Netizen Fair 2019

Survei ini mencatat meskipun saat ini Indonesia masih berada di tahap awal perjalanan digitalisasi, namun bisnis-bisnis terkoneksi tampaknya makin gencar memperkukuh strategi digital mereka. Hal ini membawa imbas yang cukup signifikan dari sisi ekonomi.

“Teknologi yang sedang naik daun, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan machine learning menjadi pemicu bagi bisnis dalam mempercepat kesuksesan mereka beralih ke digital serta mendukung mereka dalam mengubah cara mereka mengoperasikan bisnis di tengah ekonomi digital saat ini. Sehingga diharapkan Indonesia pada tahun 2025 melalui teknologi digital ini bisa meraih pendapatan 150 miliar dolar AS” ungkap Paisol.

Hadir pada seminar teknologi Lintas Teknologi Solution Day ini antara lain hadir Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjend Pol.Dr.M Fadil Imran MSi, Drs. Dodi Riyadmadji MM selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri, Yessi Yosetya selaku Chief Technical &Information Officer XL Axiata, dan Montgomery Hong selaku Direktur IT Telkomsel.@Rudi