Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Rumah Sakit Adi Husada kembali menghadirkan satu layanan baru, yakni Adi Husada Cancer Center (AHCC). Sebuah pusat penanganan kanker terpadu yang dirancang sebagai one stop cancer center.

“Pelayanan kanker memang bukan hal baru, tapi AHCC berbeda karena dirancang sebagai sebuah pusat layanan kanker terpadu atau bisa kita sebut sebagai one stop cancer center. Di sini, semua pelayanan mulai dari sebelum, sesaat, dan sesudah terkena kanker, berada dalam satu atap,” jelas dr. Yenny Wangsanegara, Direktur Utama Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan, Surabaya, Jumat (24/11/2017).

Lebih lanjut, AHCC dilengkapi dengan sederet teknologi terkini, seperti Computer Tomography (CT) Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) Scan, Mammogram, serta Ultrasound Termasuk juga terapi radiasi, yang menjadi unggulan AHCC.

Terapi radiasi merupakan prosedur pengobatan kanker yang telah diakui hasilnya dan diterapkan di berbagai pusat penanganan kanker di dunia. AHCC sendiri menyediakan terapi radiasi dengan menggunakan Intensity Modulated Radiation Therapy (iMRT).

“Saat ini fasilitas radioterapi di negara kita masih sangat sedikit. Di Surabaya sendiri baru ada dua, sehingga antrian untuk bisa mengakses layanan ini sangat panjang. Seorang pasien bahkan sampai harus menunggu sekitar 6 bulan supaya bisa menjalani radioterapi. Padahal terapi ini menjadi salah satu terapi utama dalam penanganan kanker. Dan efisiensi waktu menjadi faktor penentu keberhasilan dalam penanganan kanker,” imbuh dr. Yenny.

Di Surabaya, alat terapi hanya ada di dua rumah sakit pemerintah yaitu RSU Dr. Soetomo dan RSAL. Rencananya AHCC akan menyediakan satu mesin radiasi. Dr.Yenny menyatakan memang tak mudah untuk mendirikan pusat penanganan kanker lantaran persyaratannya sangat ketat. “Pendiriannya harus melewati prosedur di BAPETAN, terutama tentang radiasinya,” katanya.

Ketua Perkumpulan Adi Husada dr. Edhy Listiyo, MARS, M.Med., QIA., CMA., ChtMDiSCA, mengatakan dengan keberadaan AHCC dan segala fasilitas yang ada di dalamnya bisa memberi harapan baru bagi pasien kanker di Surabaya maupun Indonesia Timur.

“Kami berharap kehadiran AHCC, bisa membantu meringankan, dan bahkan mengobati pasien kanker secara maksimai dan cepat. Jadi gak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk berobat. Bahkan kalau perlu pasien di Singapura atau Malaysia datang kesini,” ujarnya.

Terwujudnya AHCC berkat kerjasama dengan TE Asia Healthcare Partners dalam menyediakan perangkat medis yang ada.
Asia Tenggara dan Hongkong menjadi target utama TE, mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk yang berpotensi memegang beban peningkatan penderita penyakit kronis.

“ltulah mengapa kesempatan kerjasama antara TE dengan Rumah Sakit Adi Husada untuk mengembangkan pusat kanker terpadu, AHCC menjadi satu peluang bagi kami untuk bisa membantu mengurangi kesenjangan tersebut,” tutur Mr. Eng Aik Meng, CEO TE Asia Healthcare Partners.

Dikatakannya, incident rate kasus kanker di Indonesia, Vietnam dan Hongkong termasuk tinggi dibanding negara di Barat. “Entah kenapa seperti itu, mungkin faktor genetika, lifestyle atau udara,” tuturnya.

Mr. Eng menambahkan kerjasama ini juga melihat track record RS Adi Husada. Dua mengatakan pengalaman di bidang pelayanan kesehatan yang telah ditorehkan selama 90 tahun menjadi bukti komitmen sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan Rumah Sakit Adi Husada.

“lnilah yang membuat kami yakin bahwa kerjasama antara TE dan Rumah Sakit Adi Husada untuk mewujudkan AHCC akan memberi kontribusi pada peningkatan pelayanan kesehatan terutama kanker di Indonesia,” pungkas Mr. Eng. @licom

TULISKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here