LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ikut memperingati Hari Guru Tahun 2017. Dalam kesempatan ini Gus Ipul memberi ‘kado’ berupa karya puisi yang ia ciptakan sendiri dengan  judul Guru Zaman Now.

Wagub membacakan puisi Guru Zaman Now dihadapan para mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Hikmah Surabaya.

Berikut puisi Gus Ipul selengkapnya:

GURU ZAMAN NOW

Kenapa waktu masih kecil guru mengajarkan “Ini Budi,” bukan “ini Ipul?”

Karena guru menyadari pentingnya landasan budi pekerti, sebelum semua ilmu terkumpul

Guru, bukanlah singkatan gugling dan meniru ada yang bilang digugu lan ditiru, padahal guru bukan singkatan apa-apa

Karena kerja seorang guru itu tak bisa disingkat-singkat. Karena mendidik tak bisa mendadak

Apalagi murid zaman now, gurunya pun harus guru zaman now. Tidak keras, tapi tegas. Tidak kaku, tapi seru

Manuk menclok nang pohon waru. Bernyayi riang lagunya Cita Citata, tak semua orang bercita-cita jadi guru tapi guru adalah jembatan semua cita-cita

Ayo kabeh sedulur, beri hormat kagem Bapak lan Ibu Guru.

Karya Gus Ipul itu disambut antusias oleh para mahasiswa, bahkan dua mahasiswa ikut membacakan puisi tersebut. “Wah kalian bacanya bagus sekali, lebih bagus yang saya bacakan. Karena kalian bagus baca puisi yang saya ciptakan ini, kalian berdua dapat sepede satu-satu ya,” katanya di STKIP Al-Hikmah Surabaya, Sabtu (25/11/2017).

Tak hanya itu, Wagub dua periode yang akan maju di Pilgub Jatim 2018 ini juga mengaku akan terus memperjuangkan  merumuskan standar gaji para guru, hal itu bertujuan untuk peningkatan kualitas dan kesejahteraan para guru.

“Kita masih terus cari cara, secara bertahap agar guru kita ini kedua-duanya bisa terpenuhi yaitu kualitas dan kesejahteraannya. Ke depan kita akan rumuskan soal upah para guru, karena saat ini belum ada aturan standar upah untuk guru, yang ada baru soal buruh,” tegasnya.

Dilanjutkan, di era kemajuan seperti saat  tantangan para guru ke depan semakin kompleks. Hal ini perlu dukungan dari pemerintah terutama dalam kesejahteraan para guru.

“Para guru kita ini memiliki semangat meningkatkan pengetahuan untuk membuka macam-macam perkembangan yang ada mengikuti perkembangan-perkembangan yang ada. Kita tahu bahwa tantangan menjadi guru sekarang ini makin kompleks dengan adanya kemajuan teknologi,” papar mantan Ketum PBNU ini.

Ia melihat bahwa semangat para guru untuk berusaha meningkatkan kualitasnya itu cukup besar hasil survei yang menunjukkan bahwa semua guru pada dasarnya ingin melengkapi dirinya dengan tuntutan perkembangan zaman yang ada.@sarifa