Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
400 peserta ikuti edukasi pentingnya K3, inilah pemaparannya
Edi Priyanto, Senior Vice President Human Capital System & Strategy PT Pelindo III sebagai salah satu narasumber yang membahas tentang kompetensi SDM di seminar SHEA CONFERENCE di Ballrom Hotel Paragon Surakarta, Sabtu (25 /11/2017). Foto-ist
EKONOMI & BISNIS

400 peserta ikuti edukasi pentingnya K3, inilah pemaparannya 

LENSAINDONESIA.COM: Kelompok Mahasiswa (KEMA) Hiperkes dan Keselamatan Kerja Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) kembali diedukasi terkait K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Edukasi tersebut tercurah dalam Seminar Nasional K3 tahun 2017 yang bertajuk SHEA CONFERENCE (Safety and Health Conference) di Ballrom Hotel paragon Surakarta, Sabtu (25 /11/2017). Tahun ini, SHEA CONFERENCE 2017 mengusung tema ”Optimalisasi Kompetensi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Berbagai Sektor Industri dalam Menghadapi Pasar Bebas WTO dan GATT 2020”.

Ketua KEMA Hiperkes dan Keselamatan Kerja UNS, Bayu Aji mengatakan, seminar kali ini merupakan wadah pembinaan dan pengembangan pengetahuan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masyarakat pekerja dan atau mahasiswa di Indonesia.

“Seminar Nasional ini terselenggara secara rutin sejak berdirinya program studi D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja di tahun 1984 yang merupakan cikal bakal studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia,” papar Bayu dalam keterangan resminya, Minggu (26/11/2017).

Bayu menambahkan, implementasi K3 di tempat kerja merupakan upaya menciptakan tempat kerja aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga risiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bisa ditekan agar terjadi peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja.

“Penerapan K3 diperlukan komitmen berbagai sektor industri sebab banyak perusahaan multinasional hanya mau berinvestasi di suatu negara jika negara bersangkutan memiliki kepedulian tinggi terhadap K3,” tandas Bayu.

Pasar bebas WTO dan GATT di tahun 2020 di aspek ekspor impor bakal memunculkan persaingan. Hal ini diperlukan barang ataupun jasa berkualitas agar mampu bersaing, giliran untuk menghasilkan barang atau jasa berkualitas juga dibutuhkan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan.

Kini di Indonesia, lanjut Bayu, masih terjangkit masalah pada kompetensi SDM Ahli K3. Ahli K3 di Indonesia masih tertinggal dan kalah bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Sebab kompetensi SDM yang terbatas berpengaruh pada penerapan K3 di industri dan perusahaan.

Baca Juga:  TaniGroup bersama IPB bakal cetak petani milenial

“Adanya WTO dan GATT ini diperkirakan bakal terjadi persaingan antar Ahli K3 di berbagai negara untuk menjual kompetensinya di negara lain. Masih wajar, untuk itu segera ditemukan solusinya karena kompetensi di Indonesia harus ditingkatkan dan tidak cukup hanya keahlian dan pengetahuan dari program akademik ataupun sertifikasi ahli K3 saja. Bahakan bisa ditingkatkan pula dari kompetensi sikap saat bekerja, keahlian berkomunikasi, berbahasa internasional, perilaku common sense yang tinggi, kemampuan menguasai pasar, dan lainnya,” jelas Bayu.

Sementara itu, Edi Priyanto, Senior Vice President Human Capital System & Strategy PT Pelindo III yang juga narasumber seminar tersebut mengatakan, selama ini Ahli K3 hanya konsen pada pengembangan kompetensi di sisi hard skill saja, padahal kemampuan soft skill juga berperan penting untuk dikembangkan.

“Keterbatasan kompetensi SDM Ahli K3 inilah menjadi salah satu pemicu kenapa program K3 di Perusahaan tidak berhasil. Sebab Kompetensi SDM K3 berperan penting dalam Keberhasilan Program K3 di Perusahaan. Apalagi di era persaingan saat ini, kebutuhan tenaga kerja yang profesional berikut manajerial skill berbasis kemampuan merupakan tuntutan bagi setiap SDM” tegas Edi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Penyelenggara, Dhanang Adhi, rangkaian SHEA COFERENCE 2017 ini menggelar 3 pre event, pertama yakni photograpy competition tingkat nasional yang digelar saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017, dengan pemenang juara 1 : Indra Galih Permana (FISIP UNS), Ilham Teguh Setiaji (Umum Cilacap) sebagai juara 2 dan Aprilian Utama (UMS Surakarta) sebagai juara 3.

“Pre event kedua diselenggarakan tepat momen Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2017, dengan kegiatan Diskusi Public Online melalui media sosial Whatsapp diikuti 256 peserta dengan narasumber Bp. Arief Zulkarnaen (National EHFS Headdownstream PT. Sinar Mas Agribusiness and Food).

Baca Juga:  Pelindo III - PT Garam salurkan dana Rp 97 juta untuk air bersih di Kupang

Pre event ketiga, lanjut Dhanang, digelar Open House Program D3 Hiperkes dan KK FK UNS di lapangan FK UNS sekaligus memperingati Hari Pahlawan 10 November 2017 diikuti peserta dari umum dengan pembicara Ibu Ria Nuril Hidayati (PT. Agincourt Resource), Bp. Aji Dwijayanto (PT. Harmoni Panca Utama), Bp. Reza Hardiansyah (PT. Kalimantan Prima Persada).

“Dalam SHEA CONFERENCE 2017 ini juga terselenggara Call For Paper, yakni karya penelitian akan dipublikasikan secara nasional diikuti 24 peserta dimana lima karya terbaik bakal dijurnalkan K3 bekerjasama dengan pihak K3 Jurnal Gontor,” ucap Dhanang.

Seminar Nasional K3 tahun 2017 ini dihadiri sedikitnya 400an peserta yang terdiri dari UNS Surakarta, UNIVET Surakarta, UMS Surakarta, ATW Surakarta, Politeknik ATMI Surakarta, UNNES Semarang, UNDIP Semarang, UGM Yogyakarta, ITY Yogyakarta, STIKES Guna Bangsa Yogyakarta, UAD Yogyakarta, UII Yogyakarta, STTL Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Akademi Analis Kesehatan Manggala Yogyakarta, politeknik Negeri Madiun, Poltekes Kemenkes Surabaya, UNAIR Surabaya, STIKES Cirebon, IIKM PB Bali, UNMUL Samarinda, UNIBA Balikpapan, UNHAS Makassar, PT. Kalimantan Prima Persada, PT. Saptaindra Sejati, PT. WIKA, PT. Pan Brother, PT. Tupai Adyamas, RSJKO Soeprapto Kota Bengkulu.@Rel-Licom