Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hina Presiden Jokowi, Alfian Tanjung dituntut 3 tahun penjara
Alfian Tanjung dituntut 3 tahun penjara karena dianggap menghina Presiden dan sebarkan ujaran kebencian (rofik)
HEADLINE JATIM RAYA

Hina Presiden Jokowi, Alfian Tanjung dituntut 3 tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Alfian Tanjung, terdakwa ujaran kebencian atau hate speech yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok sebagai PKI, dituntut 3 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (27/11/2017).

Lima Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa secara bergantian. Terdakwa Alfian Tanjung dinyatakan terbukti melanggar Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis. “Menuntut terdakwa Alfian Tanjung dengan hukuman 3 tahun penjara,” kata Kajari Tanjung Perak, Rachmat Supriyadi saat membacakan surat tuntutannya di PN Surabaya.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Alfian Tanjung melalui tim penasehat hukumnya mengaku akan mengajukam pembelaan. Pernyataan itu langsung disambut ketukan palu Hakim Dedi Fardiman selaku ketua majelis hakim sebagai tanda berakhirnya persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, ujaran kebencian tersebut diketahui dalam video yang diunggah di Youtube pada 26 februari 2017. Saat itu, Ustad Alfian Tanjung berceramah kuliah subuh di Masjid Al Mujahidin Perak Surabaya.

Di tengah-tengah ceramahnya, dia sempat menyinggung pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Selain itu juga menghina mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Dalam ceramah di hadapan ratusan jamaah masjid tersebut, Alfian Tanjung juga menyebutkan pemerintahan Jokowi dengan sebutan pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI).

Karena materi ceramahnya tersebut, Alfian Tanjung dilaporkan warga Surabaya, Sujatmiko, ke polisi.
Laporan Sudjatmiko akhirnya ditanggapi Bareskrim Mabes Polri dan Alfian Tanjung ditetapkan sebagai tersangka.

Alfian Tanjung sempat membantah perbuatannya. Saat didengarkan keteranganya dalam persidangan sebelumnya, Alfian mengaku tidak bermaksud menghina Presiden Jokowi dan Ahok. Dia juga mengaku tidak ada masalah pribadi dengan Jokowi dan Ahok.

Baca Juga:  Tragis! Pemred Koran Duta Masyarakat diamankan polisi dan diborgol mirip begal, halangi eksekusi Graha Astranawa

Afian pun juga mengaku tidak mengetahui isi ceramah itu menghantarkannya ke kursi pesakitan karena diabadikan panitia dan dimasukkan ke media sosial hingga viral. Dia juga tidak kenal dengan Sudjatmiko, yang jadi pelapor kasus ini. @rofik