LENSAINDONESIA.COM: Dedi Purwanto alias Merlyn dan Eko Prasetio alias Veve, waria yang jadi terdakwa kasus pemerasan terhadap pria hidung belang yang mengencani mereka, dituntut 2 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (28/11/2017).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejari Surabaya, saat membacakan surat tuntutan menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan pemerasan dan melanggar Pasal 368 Ayat (1) Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemerasan dengan kekerasan. “Menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 2 Tahun penjara,” ujarnya.

Terdakwa yang sering berbisik sambil tersenyum selama persidangan, meminta keringan terhadap majelis hakim dengan berjani akan memperbaiki sikap dan tidak mengulangi perbuatannya. “Saya minta keringanan pak, saya tidak mengulangi lagi dan berjanji akan lebih baik,” ujar terdakwa Dedi Purwanto alias Merlyn.

Kasus pemerasan ini sendiri bermula saat kedua terdakwa berkenalan dengan Sudiro Muchtar (Korban), melalui media sosial dan berlanjut dengan ajakan berhubungan seks. Mereka sepakat kencan di kamar 302 Hotel Coklat Jl Kusuma Bangsa Surabaya.

Saat di dalam kamar, Sudiro kaget bahwa keduanya ternyata bukan perempuan melainkan waria. Spontan korban bertanya “Lho kamu waria ta?” Tersinggung dengan ucapan korban, kedua terdakwa menuduh korban telah melakukan penghinaan dan pelecehan.

Mereka lantas merampas barang milik korban berupa 1 buah Tab dan uang Rp 1,5 juta sebagai ganti ruginya. Kedua waria ini juga mau menyerahkan Tab korban apabila ditebus Rp 2 juta. @rofik