LENSAINDONESIA.COM: Meskipun mendapat kritik tajam dari badan-badan bantuan dan kelompok hak asasi manusia, Bangladesh tetap berencana memindahkan pengungsi Muslim Rohingya ke pulau rawan banjir di lepas pantai pada pertengahan tahun 2018.

Bangladesh mendata lebih dari 620.000 Muslim Rohingya masuk ke distrik Cox’s Bazar setelah melarikan diri dari kekerasan di negara tetangga, Myanmar, sejak Agustus 2017 lalu.

“Kehadiran mereka memiliki dampak buruk pada daerah kecil seperti Cox’s Bazar. Situasi terus memburuk di darat secara lingkungan, populasi dan ekonomi. Jadi, secepatnya kami mengirim setidaknya sebagian dari beban ke Bhashan Char, itu akan meminimalkan masalah,” dalih HT Imam, penasihat politik Perdana Menteri Sheikh Hasina, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/11/2017).

Pulau Bhashan Char sendiri tidak memiliki jalan atau bangunan. Biasanya juga terjadi banjir saat air laut pasang pada musim hujan bulan Juni-September. Selain itu, bajak laut juga sering berkeliaran di sekitar perairan menculik nelayan dan meminta tebusan.

Namun Bangladesh mengaku menyiapkan USD 280 juta untuk melakukan aneka pembangunan agar pulau tak berpenghuni itu layak ditinggali pengungsi Rohingya. @LI-15