Trending News

17 Aug 2019
Eks penasihat Donald Trump mengaku kibuli FBI
Michael Flynn dan Donald Trump
Amerika

Eks penasihat Donald Trump mengaku kibuli FBI 

LENSAINDONESIA.COM: Michael Flynn, eks penasihat keamanan nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam persidangan, Jumat (1/12/2017), mengaku berbohong kepada FBI terkait kontaknya dengan Duta Besar Rusia, Sergei Kislyak.

Ia menjadi anggota pertama pemerintahan Donald Trump yang menyatakan bersalah melakukan kejahatan yang terungkap dari penyidikan kantor penasihat khusus soal dugaan upaya Rusia mempengaruhi pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016.

Micheal Flynn yang purnawirawan jenderal Angkatan Darat dan anggota tim kampanye Donald Trump, mengaku memberikan sejumlah keterangan palsu kepada FBI terkait percakapannya dengan Duta Besar Rusia Sergei Kilsyak, sebelum Trump menjabat Presiden Amerika Serikat.

ABC News melaporkan, bahwa Michale Flynn yang terancam 5 tahun penjara siap bersaksi bahwa Donald Trump telah memerintahkannya untuk melakukan kontak dengan Rusia sebelum menjabat sebagai presiden.

Jika laporan itu benar, maka Donald Trump dipastikan berada dalam posisi sulit setelah dirinya membantah ada persekongkolan antara tim kampanyenya dengan Rusia.

Jika terbukti Donald Trump memerintahkan Flynn untuk berbohong kepada FBI, maka tindakan itu akan dianggap sebagai kejahatan. Banyak pihak mengatakan, satu-satunya hukuman yang jelas bisa diterapkan kepada seorang presiden yang melakukan tindakan hukum adalah pemakzulan oleh Kongres.

Menurut Undang-Undang Dasar Amerika Serikat, pemakzulan memerlukan suara dukungan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat dan dua-pertiga suara dukungan di Senat. @ant/LI-15

Related posts