Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
JK: 2/3 DPD‎ I sudah bisa gelar Munaslub Golkar
HEADLINE UTAMA

JK: 2/3 DPD‎ I sudah bisa gelar Munaslub Golkar 

LENSAINDONESIA.COM: Dorongan agar Golkar menggelar Muktamar Nasional Luar Biasa (Munaslub) semakin kuat. Setelah, Ketua Umum. DPP Golkar Setya Novanto ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), praktis partai berlambang pohon beringin ini butuh figur sentral yang baru.

Politisi senior Golkar yang juga Wapres RI, HM Jusuf Kalla pun tak ragu untuk berkomentar. Saat berkunjung ke Malang, Senin (4/12/2017), pria yang diakrab JK ini pun mengatakan bila Munaslub itu solusi terbaik.

“Saya rasa persoalan Golkar bisa lewat Munaslub. Untuk Munaslub itu tergantung DPD I. Yang punya suara mereka,” kata JK di kampus UB.

Dijelaskan dia bahwa untuk menggelar Munaslub itu cukup 2/3 dari 34 DPD I yang ada di seluruh Indonesia. Menurut dia, jika sudah memenuhi 2/3 pemilih suara daerah yang setuju, maka Munaslub Golkar bisa digelar.

Menyinggung soal calon pengganti Setya Novanto, JK mengatakan cukup banyak kader di Golkar yang bisa dan memnuhi syarat. Meski begitu, dia mengimbau agar memilih calon yang tidak berpotensi bermasalah. Terutama yang berkaitan dengan persoalan hukum.

Ketika disinggung soal munculnya nama Airlangga Hartanto, mantan Ketua Umum Golkar ini tak membantah. Menurut dia, pria yang kini menjabat sebagai Menteri Perindustrian tersebut memenuhi persyaratan sesuai AD/ART Golkar.

Bahkan menurut prediksi JK, untuk saat ini yang paling kecil potensi masalahnya terkait hukum adalah Airlangga Hertanto. “Sepengetahuan saya memang dia tak pernah bermasalah dengan KPK, kejaksaan, polisi dan lainnya,” kata dia.

Ketika disinggung haruskah Airlangga mengundurkan diri dari jabatanannya sebagai Menteri Perindustrian, menurut JK tidak harus. Sebab, kata dia, tidak ada aturan yang menentukan harus mundur.

“Dulu Bu Mega dan Pak SBY begitu. Tidak mundur saat jadi ketua partai. Padahal jabatannya presiden. Jadi tidak perlu mundur meski jabat menteri,” tegasnya. @aji

Baca Juga:  Dana desa 2020 naik jadi Rp72 T, Jokowi ingin desa-desa jadi produktif dan padat karya