Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Besok, Komisi I gelar fit and proper test Marsekal Hadi Tjahjanto
KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto jadi calon tunggal panglima TNI pengganti Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ISTIMEWA)
NEWS

Besok, Komisi I gelar fit and proper test Marsekal Hadi Tjahjanto 

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin‎ mengatakan, DPR melalui Komisi I sudah menjadwalkan fit and proper test calon tunggal Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada Rabu (6/12/2017).‎

Namun kepastian apakah Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) disetujui menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada Maret 2018 masih tanda tanya atau belum bisa dipastikan.

Pasalnya, keputusan apakah DPR menerima atau menolak calon tunggal Panglima TNI yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini, masih harus dilihat. Hal itu pun diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Sesuai ketentuan bapak Presiden mengirimkan satu nama. Setelah itu fit and proper test. Dari situ apakah diterima atau ditolak. Kalau ditolak dikembalikan, nanti dikirim lagi satu nama. Kalau diterima Keputusan Presiden (Keppres) untuk pelantikan,” katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Sebab itu, kata TB, Marsekal TNI Hadi harus mempersiapkan visi-misinya dengan matang untuk meyakinkan DPR menerimanya sebagai Panglima TNI.

“Maka pak Hadi sebagai KSAU sudah harus siap-siap menyiapkan diri untuk ikut uji kelayakan. ‎Kemudian Panglima lama pak Gatot harus sudah mempersiapkan kesiapan-kesiapan untuk serah terima, naskah serah terima plus tidak diizinkan membuat keputusan-keputusan strategis,” jelasnya.

Terkait materi yang akan ditanyakan dalam fit and proper test, TB mengatakan seluruh anggota fraksi di komisi I dibebaskan. “Dibebaskan kepada anggota fraksi masing-masing. Misalkan bagaimana kelanjutan pembangunan minimum essential force, meningkatkan disiplin prajurit untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Meutya Viada Hafid belum dapat memastikan apakah nantinya Marsekal Hadi ini diterima atau ditolak oleh DPR. Namun, dia memastikan fraksinya di DPR mendukung penuh Marsekal Hadi jadi Panglima TNI.

Baca Juga:  Suami temukan chat mesum dan foto chek in istrinya dengan oknum perwira Polrestabes Surabaya

“Saya nggak tahu fraksi lain, tapi dari Golkar sudah ada arahan dari Plt Ketum untuk mendukung sepenuhnya,” jelasnya.

Menurutnya, alasan fraksinya mendukung Marsekal Hadi karena Presiden sudah menimbang bahwa ini calon yang terbaik. Secara track record KSAU ini mempunyai karir yang baik. “Track record yang sampai saat ini kita belum terima catatan yang buruk terkait beliau. Kemudian itu tadi, karir yang cukup cepat. Jadi terbilang masih muda untuk karirnya,” ujarnya.

Terkait yang akan disoroti pihaknya dalam fit and proper test, Meutya mengatakan akan menyoroti masalah profesionalitas, integritas, track record, laporan kekayaan yang kita periksa.

“Tapi beliau memang karena KSAU nya sudah beberapa tahun ya, karena sudah cukup lama juga sering ikut rapat mendampingi Panglima, jadi saya rasa beliau bukan sosok yang baru di Komisi I karena sudah tahu track recordnya,” pungkasnya. ‎@putera