Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Indonesia berikan pelatihan keprotokolan dan manajemen konferensi internasional kepada Gambia
Indonesia Berikan Pelatihan Keprotokolan dan Manajemen Konferensi Internasional Kepada Gambia Pelatihan Keprotokolan dan Manajemen Konferensi Internasional yang merupakan kerja sama bantuan teknik Pemerintah Indonesia yaitu Kementerian Luar Negeri RI kepada Pemerintah Gambia dalam hal ini Kementerian Luar Negeri Gambia.
International

Indonesia berikan pelatihan keprotokolan dan manajemen konferensi internasional kepada Gambia 

LENSAINDONESIA.COM: Indonesia Berikan Pelatihan Keprotokolan dan Manajemen Konferensi Internasional Kepada Gambia

Pelatihan Keprotokolan dan Manajemen Konferensi Internasional yang merupakan kerja sama bantuan teknik Pemerintah Indonesia yaitu Kementerian Luar Negeri RI kepada Pemerintah Gambia dalam hal ini Kementerian Luar Negeri Gambia.

Acara ini telah dibuka bersama oleh Menteri Luar Negeri Gambia H.E. Mr. Ousainu Darboe dan Duta Besar RI untuk Republik Gambia, Mansyur Pangeran, mewakili Menteri Luar Negeri RI pada tanggal 4 Desember 2017, di Banjul, Gambia.

Pelatihan ini dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia dalam hal ini oleh Direktorat Kerjasama Teknik (KST) Kementerian Luar Negeri RI dengan mendatangkan narasumber dari Direktorat Protokol Kemlu RI. Pelatihan akan berlangsung dari tanggal 4-6 Desember 2017.
Pelatihan ini dihadiri oleh Permanent Secretary Kemlu Gambia Mr. Njogou Saer Bah, Direktur Jenderal Protokol Kemlu Gambia, dan Direktur Protokol Kantor Wakil Presiden.

Pelatihan diikuti oleh 65 (enam puluh lima ) peserta terdiri dari Pejabat Protokol dan Pengamanan Kantor Presiden, Pejabat Protokol dan Pengamanan Kantor Wakil Presiden, Pejabat Protokol Kemlu Gambia, Protokol First Lady, Staf Catering Presiden, Staf Protokol Kementerian Kehakiman, Pejabat Kantor Imigrasi Gambia, Perwakilan dari Kepolisian Gambia, Pejabat Airport, Protokol National Assembly Gambia, dan Perwakilan Kedutaan Besar Gambia di Moskow, Amerika Serikat, Maroko, Mauritania, Riyadh dan Iran.

Menlu Ousainu Darboe dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bukti nyata eratnya hubungan kerja sama bilateral dan persahabatan kedua Negara.
Selai itu, ini juga merupakan program yang sangat tepat dan bermanfaat bagi Gambia yang akan menjadi Host KTT OKI pada tahun 2019. Oleh karena itu, semua peserta pelatihan diminta untuk serius mengikuti pelatihan karena akan menjadi panitia inti keprotokolan dalam KTT OKI 2019 nanti.

Baca Juga:  Pemerintah: Januari 2020 RUU Omnibus Law masuk DPR

“Menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberikan bantuan teknik pelatihan keprotokolan dan manajemen konferensi internasional ini.
Duta Besar RI Mansyur Pangeran dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa program pelatihan ini dirancang sebagai hasil nyata kerja sama persahabatan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Gambia. Pelatihan dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi komitmen Pemerintah Indonesia dalam skema Asia–Africa Strategic Partnership (NAASP) yang digagas oleh Menlu Gambia sebelumnya yaitu Neneh MacDouall Gaye kepada Menlu RI Retno LP,” ujar Darboe.

Marsudi pada event OIC Extra Ordinary Summit, 6-7 Maret 2016 di Jakarta, dan sekaligus sebagai implementasi MoU antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri Gambia tentang Pelatihan Keprotokolan dan Manajemen Konferensi Internasional yang ditandatangani kedua pihak di Banjul, 23 Juli 2016.
Pada kesempatan tersebut, Duta Besar RI Mansyur Pangeran berkesempatan melakukan pertemuan téte-à-téte dengan Menlu Ousainu Darboe.

Ada beberapa catatatan penting sebagai berikut, diantaranya yaitu dalam rangka persiapan Gambia sebagai tuan rumah KTT OKI tahun 2019. Menlu Gambia menyampaikan akan berkunjung ke Jakarta untuk bertemu Menlu RI pada bulan Februari 2018. Rencana kunjungan ini dalam rangka menggali pengetahuan lebih jauh tentang manajemen persiapan Gambia sebagai tuan rumah KTT OKI tahun 2019.

Sementara itu, Duta Besar RI menyampaikan perkembangan kemajuan hubungan bilateral kedua negara dimana selain kerja sama teknik di bidang pertanian yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan ini, terdapat pula kemajuan kerjasama di bidang pendidikan. Indonesia telah memberikan beberapa beasiswa kepada peserta dari Gambia untuk program pendidikan S1, S2 dan S3 di berbagai universitas di Indonesia.

Pada perkembangan dan sekaligus tindak lanjut dari kerjasama pendidikan ini, telah dilakukan kerjasama exchange of lecturer antara Universitas Brawijaya, Malang Jawa Timur dengan University Technology of Gambia (UTG), dimana pada bulan Desember 2017 ini, 2 Profesor dari Universitas Brawijaya akan berkunjung ke UTG.

Baca Juga:  Ansy Lema bicara persoalan perubahan iklim di forum internasional

Di bidang kerja sama ekonomi, khususnya dalam rangka penguatan kerja sama kapasitas keterampilan kaum perempuan Gambia, pada kesempatan pertemuan Duta Besar RI Mansyur Pangeran dengan Wakil Presiden Gambia, telah direncanakan kerja sama di bidang Women Empowerment berupa bantuan dan kerjasama teknik dari Pemerintah Indonesia kepada Gambia.

Dalam kaitan ini, Duta Besar RI telah bertemu dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dimana pihak Gambia diminta untuk mengajukan secara spesifik bantuan teknik dan keterampilan yang diperlukan dalam rangka implementasi program women empowerment di Gambia tersebut.
Selain itu, Duta Besar RI juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah menunjuk Konsul Kehormatan RI untuk Gambia, Mr. Alieu Secka, dimana pelantikan yang bersangkutan akan dilakukan dalam waktu dekat di KBRI Dakar, dan pembukaan Kantor Konsul Kehormatan RI di Gambia akan dibuka segera setelah pelantikan Mr. Alieu Secka.@licom