LENSAINDONESIA.COM: Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengecam keras keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel dan berniat memindahkan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat ke wilayah Palestina tersebut.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, pemindahan Kebus Amerika Serikat ke kota suci bagi tiga agama dunia itu, bisa menciptakan instabilitas dan berpotensi besar menimbulkan kerusakan peradaban manusia, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, namun juga di seluruh belahan dunia lainnya.

“Tindakan Donald Trump telah merobek-robek proses perdamaian Israel dan Palestina. Pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem menjadi isu agama yang sangat sensitif. Bukan tidak mungkin, tindakan konyol Donald Trump ini dapat memicu Perang Dunia ke-3,” jelasnya melalui rilis ke redaksi Lensa Indonesia.

Karena itu, GP Ansor mendesak Pemerintah Indonesia selalu konsisten mendukung kemerdekaan negara Palestina dengan menolak pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. “Hal ini mutlak harus dilakukan Pemerintah RI karena sesuai dengan amanat konstitusi, dinyatakan bahwa Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di muka bumi harus dihapuskan,” pungkasnya. @LI-15