Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Stikosa-AWS wisuda 73 mahasiswa ilmu komunikasi
EDUKASI

Stikosa-AWS wisuda 73 mahasiswa ilmu komunikasi 

LENSAINDONESIA.COM: Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) meluluskan 78 wisudawan ilmu komunikasi dalam wisuda yang dilaksanakan, Sabtu (9/12/2017) di Gedung Dyandra Convention Centre, Surabaya.

Ketua Stikosa-AWS Ismojo Herdono mengatakan 78 wisudawan itu dari tiga konsentrasi jurusan antara lain broadcasting, jurnalistik, public relations (PR).

“Kami berharap lulusan itu nanti siap untuk terjun ke industri media digital,” kata mantan Kepala Biro SCTV Jawa Timur itu.

Ismojo mengemukakan, dari 78 calon wisudawan itu mayoritas telah bekerja di berbagai perusahaan besar di Surabaya. Di antaranya industri media, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan instansi pemerintah.

“Dari 78 wisudawan sarjana ilmu komunikasi dari Stikosa-AWS berhasil menepis anggapan akan sulitnya bekerja. 90 persen lulusan telah bekerja sebelum lulus,” kata dia.

Menurut Ismojo, sebagian besar mahasiswa telah bekerja di industri media digital. Hal ini sejalan dengan visi dan misi institusi mencetak lulusan yang berdaya saing global dan memiliki keterampilan dalam penggunaan teknologi.

Ismojo melanjutkan, kurikulum kampus ilmu komunikasi tertua di Indonesia Timur ini telah dirancang sedemikian rupa agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Pembekalan wawasan kepada mahasiswa juga dilakukan melalui kuliah tamu dan digelarnya kelas inspirasi dengan menghadirkan pemilik Bali TV Group yang juga alumnus Stikosa-AWS, Satria Naradha.

“Kelas inspirasi ini sebagai upaya untuk mendorong para mahasiswa khususnya wisudawan agar punya gambaran tantangan kedepan. Dan juga mahasiswa bisa termotivasi setelah lulus,” kata dia.

Kampus Stikosa-AWS selama ini dikenal sebagai kawah candradimuka bagi pendidikan calon wartawan. Hingga sekarang, sebagian besar alumninya banyak bekerja sebagai jurnalis atau praktisi media di Jawa Timur bahkan tersebar di seluruh daerah.@wan

Baca Juga:  Korupsi dana desa Rp1 M, Kades di Bekasi palsu kuitansi dan stempel