LENSAINDONESIA.COM: Muhammad Muhaidin alias Deny (Dy), warga Jl Ampel Kembang, Surabaya, yang diciduk petugas Densus 88 Anti Teror, Sabtu (9/12/2017), ternyata pernah bergabung dengan ISIS pada tahun 2013 lalu.

Hal itu diungkapkan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ronny Suseno saat meninjau lokasi kediaman Deny. Menurutnya, terduga teroris Deny pernah berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS pada tahun 2013 lalu. “Yang bersangkutan ini baru pulang dari Suriah pada tahun 2014. Jadi setahun dia (Deny) ada di Suriah,” terangnya.

AKBP Ronny menambahkan, Densus 88 Anti Teror menciduk Deny, Sabtu (9/12/2017) sekitar pukul 07.30 WIB di sekitar Jl Kenjeran Surabaya. “Terduga saat ini diamankan di Mapolda Jatim. Kami saat ini melakukan sterilisasi sambil menunggu tim Densus 88 Anti Teror yang akan melakukan penggeledahan di kediaman Dy,” tambahnya.

Ditanya terkait jaringan Deny, AKBP Ronny belum mau membeberkan secara rinci. “Untuk jaringannya, kami masih menunggu informasi resmi dari Mabes Polri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Novel Salim (52) salah seorang tetangga Deny menjelaskan terduga teroris itu dikenal sebagai orang yang baik. “Beliau sering jadi imam sholat jamaah di Masjid Ampel Surabaya. Bahkan saya sering jadi makmumnya,” ujar Novel saat diwawancarai Lensa Indonesia.

Menurutnya, Dy sendiri sudah 3 tahun tinggal di Jl Ampel Kembang 25, Kecamatan Semampir, Surabaya. “Dulu beliau tinggal di kawasan Kalimas Surabaya,” katanya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Dy, pria warga Jl Ampel Kembang Surabaya 25, Kecamatan Semampir, Surabaya, Sabtu (9/12/2017) pagi, diciduk Tim Densus 88 Anti Teror.

Dy adalah terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror subuh tadi di rumahnya. “Persis penangkapannya saya tidak tahu, tapi yang jelas dia (Dy) sudah lama tinggal disini dan bukan orang baru,” ucap salah satu warga di sekitar lokasi yang tak mau namanya disebut.

Hingga pukul 13.30 WIB, dilokasi kejadian terpantau puluhan kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak terlihat berjaga-jaga di depan rumah terduga teroris tersebut. Kabarnya, sejumlah polisi masih menggeledah barang bukti di dalam rumah tersebut. @nanda