LENSAINDONESIA.COM: Penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto menuai konflik baru di internal Golkar. Setidaknya 50 anggota Fraksi Partai Golkar menyatakan penolakan pada Aziz.

Nama-nama yang meneken tanda tangan antara lain Sekretaris F-Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Fadel Muhammad, eks Ketua DPR Ade Komarudin, hingga Bambang Soesatyo.

Dikonfirmasi, Bamsoet – sapaan akrab Bambang Soesatyo – membenarkan aksi menggalang tanda tangan menolak Aziz Syamsuddin. “Benar,” ujarnya, Senin (11/12/2017).

Fadel Muhammad menyatakan kader Golkar tidak setuju dengan kesewenang-wenangan dari pada beberapa orang atau kelompok untuk mengadakan penggantian pimpinan DPR dalam waktu yang singkat. Setengah anggota fraksi sudah menandatangani surat tersebut.

“Iya sedang (penandatanganan tidak setuju). Pada prinsipnya kami kader-kader Golkar yang ada di Fraksi Partai Golkar di DPR tidak setuju,” kata Fadel Muhammad.

Kubu pro-munaslub menyatakan menolak penunjukan Aziz Syamsuddin. Surat yang bertanggal 8 Desember 2017 yang diteken oleh Wakil Ketua F-Golkar Dito Ganinduto dan Sekretaris F-Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Surat itu bernomor INT.00.1743/FPG/DPR RI/XII/2017 menyatakan tidak ada pergantian Ketua DPR. Alasannya adanya permintaan dari lebih 2/3 DPD Partai Golkar Provinsi untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Sehingga sesuai AD/ART Partai Golkar Pasal 32 Ayat 3) DPP Partai Golkar harus fokus pada penyelenggaraan Munaslub dan tidak dalam kapasitas untuk mengambil keputusan apa pun atas penggantian Saudara Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI.

Rapat Pleno DPP Golkar tanggal 21 November 2017 memutuskan bahwa penggantian Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI menunggu hasil sidang praperadilan yang diajukan oleh Saudara Setya Novanto.

“Dengan demikian, Pimpinan Fraksi Partai Golkar DPR RI dengan ini menyampaikan TIDAK ADA penggantian Ketua DPR RI di Masa Persidangan II Tahun Sidang 2017-2018,” tulis surat tersebut.@bbs/licom